Public Services

Kepada Pimpinan Pertamina Banjarmasin: Kok Premium Hanya Tersedia di Malam Hari?

Kepada Pimpinan Pertamina Banjarmasin: Kok Premium Hanya Tersedia di Malam Hari?

Kepada Pimpinan Pertamina Banjarmasin: Kok Premium Hanya Tersedia di Malam Hari?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengendara motor mengantre saat akan mengisi BBM di SPBU di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (31/3/2016). Pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar turun masing-masing Rp500 per liter per 1 April 2016, premium menjadi Rp6.450 per liter, solar menjadi Rp5.150 per liter berlaku hingga September 2016, penetapan tersebut akan diikuti penurunan tarif angkutan publik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BANJARMASIN - Yth Pimpinan Pertamina Banjarmasin. Saya mau melaporkan. Setiap mau beli premium di POM, premium hanya tersedia di malam hari. Otomatis konsumen harus membeli premium di malam hari, sedangkan di siang hari kebanyakan tidak ada stok, padahal stok premiumnya ada.

Tapi mereka menjualnya tepat setelah Isya. Apalagi di Jalan Tembus Gub Soebarjo, tepatnya dekat SMAN 10, di sana sangat banyak para pelangsir minyak, dan ada karyawan yang ‘bermain’ degan para pelangsir. Akibatnya ketersediaan premium untuk umum berkurang. Mohon ditindak lanjuti. 089691525554

Banjarmasin Post edisi Jumat (13/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (13/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

TANGGAPAN
TERIMA kasih atas informasi yang diberikan, namun sebelumnya dapat diinformasikan bahwa penjualan premium disesuaikan dengan waktu pengiriman dari Integrated Terminal Banjarmasin sehingga untuk penjualan premium tidak hanya pada saat malam hari tetapi juga dilakukan siang hari. Apabila stok ada di SPBU, Pertamina akan langsung menjualnya dan memang stok premium di SPBU terbatas menyesuaikan dengan kuota yang telah ditentukan oleh BPH Migas.

Mengenai pelangsir minyak, Pertamina tidak memiliki wewenang dalam menindak hal tersebut karena Pertamina akan melayani setiap pengisian BBM ke kendaraan sepanjang itu dalam jumlah yang wajar. Namun, apabila memang terbukti ada penjualan menggunakan jerigen untuk produk premium dan terdapat oknum SPBU yang terbukti ikut terlibat, Pertamina akan mengambil tindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas degan menggunakan BBM Pertamax/Pertalite karena kendaraan keluaran di atas tahun 2010 spesifikasinya mesinnya membutuhkan BBM dagan oktan tinggi yaitu Pertamax/Pertalite.

Regional Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth Marchelino Verieza

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved