Lifestyle

Baca Buku Ini, Mahasiswi FKIP ULM Ini Termotivasi Berani Keluar dari Zona Nyaman

Adidah Rizqiah sangat menyukai bahan bacaan yang memiliki genre psikologi populer ataupun pengembangan diri yaitu motivasi

istimewa
Adidah Rizqiah Mahasiswi FKIP ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Adidah Rizqiah sangat menyukai bahan bacaan yang memiliki genre psikologi populer ataupun pengembangan diri yaitu motivasi, buku bacaan teks mata pelajaran dan berita isu-isu permasalahan remaja.

Buku yang spesial yang pertama kali membuatnya jatuh cinta untuk terus membeli dan membaca buku bertema pengembangan diri yaitu ketika ia melihat buku yang berjudul There’s No Second Change.

"Buku tersebut berisikan motivasi untuk orang-orang yang merasa berada dalam lingkup zona nyaman. Dalam buku ini membahas mengenai bagaimana kita menyikapi zona nyaman yang mungkin akan melenakan diri kita yang membuat kita tidak berkembang," jelasnya.

Menurut gadis kelahiran Amuntai, 14 September 2000 yang kuliah di Program Studi S1 Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat ini, dalam buku ini menyampaikan bahwa kita tidak perlu takut untuk memulai hal baru yang kita yakini kita mampu melakukannya.

Biaya Haji Telah Ditetapkan, Kepala Kemenag Kalsel: Lebih Murah Dari Tahun Lalu

Aktivitas Blasting Dikeluhkan Warga Pantai Cabe Kabupaten Tapin, Begini Penjelasan PT Petrosea

Gaji Dipo Latief Saat Jadi Suami Dibongkar Nikita Mirzani, Sohib Billy Syahputra Ucap Emosi

Momen Maia Estianty Injak Rumah Ahmad Dhani Lagi Pasca Cerai, Mulan Jameela Unggah Hal Ini

"Kemudian, yang dapat saya pahami dari penulis buku tersebut bahwa ketika kita melepaskan diri dari zona nyaman adalah sebuah hal yang sangat tidak mudah," tukasnya.

Dibutuhkan kemauan keras serta keberanian yang tinggi untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan dan rutinitas yang membuat kita terlena dalam pesona zona nyaman.

Ada saja kecemasan dan kekhawatiran untuk keluar dari zona nyaman, mulai dari keinginan dan komitmen yang kurang serius hingga ketakutan yang berlebihan akan kegagalan.

Lanjutnya, namun jika kita selalu berada di dalam zona nyaman dan tidak berani mengambil risiko, bagaimana kita tahu bahwa kita telah berhasil?

Selama tujuan yang kita miliki itu positif, hasilnya pasti akan sepadan dengan pengorbanan yang sudah kita lakukan.

Berada di zona nyaman tidak hanya menghindarkan diri kita dari risiko, namun juga menjauhkan kita dari kesuksesan. Ketika kita menolak untuk mengambil peluang dan kesempatan yang ada, kita pun hanya akan berjalan di tempat dan tidak bergerak maju sedikitpun apalagi mencapai zona kesuksesan.

Atasi Teror Terhadap Warga Kompleks Tekwondo Banjarmasin, Tim BPBD Turun Evakuasi Sarang Lebah

SMK Penerbangan Banjarbaru Siapkan Laptop Cadangan hingga Genset, Antisipasi Listrik Padam Saat UNBK

UNBK SMK Digelar Senin Ini, Disdik Kalsel Surati PLN dan Telkom

Ia begitu termotivasi dari kutipan Abraham Lincoln yaitu Siapa pun dirimu, jadilah yang terbaik. Jadi, ketika kita berani keluar dari zona nyaman, jangan takut untuk mecoba karena banyak jalan untuk menuju kesukesan tergantung pada pemikiran kita untuk mengenali dan menggali potensi diri yang kita miliki.

"Alhamdulillah, berkat berani keluar dari zona nyaman dan keyakinan yang dibangun dalam diri, kemudian terus usaha (belajar-belajar-belajar hingga bisa) serta dukungan dan do’a, sehingga saya dapat meraih atau memenangkan beberapa perlombaan dan dapat meningkatkan potensi diri di beberapa bidang lainnya antara lain pidato, MC, menyanyi dan lainnya," pungkas Adidah. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved