Advertorial Bank Kalsel

Bank Kalsel Targetkan Kenaikan Realisasi KUR Meningkat 67 Persen

Bank Kalsel menargetkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2020 meningkat 67 persen hingga di angka Rp 500 miliar.

Bank Kalsel Targetkan Kenaikan Realisasi KUR Meningkat 67 Persen
istimewa/bank kalsel
Nasabah KUR Bank Kalsel yang berwirausaha ternak patin. . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Kalsel menargetkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2020 meningkat 67 persen hingga di angka Rp 500 miliar.

Target tersebut jauh lebih besar dibandingkan target tahun 2019 lalu yang hanya mencapai Rp 300 miliar.

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabaruddin mengatakan, naiknya target realisasi KUR dibanding tahun 2019 lalu merupakan upaya konkrit dalam mendorong peningkatan kredit Bank Kalsel di sektor produktif.

"Kami terus berupaya meningkatkan realisasi kredit di sektor produktif, salah satunya melalui KUR. Karena ini penting untuk mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam menggeliatkan sektor ekonomi yang ada di Banua," ucapnya.

Demi mendukung upaya tersebut Bank Kalsel memiliki program seperti Pasar Murah dan Pasar Mikro.

Yang mana melalui program ini diharapkan akan menjadi wadah pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat memahami teknis pengembangan usaha yang baik dan benar supaya kedepannya dapat mengakses permodalan usaha dengan perbankan agar bisnisnya makin berkembang.

Apabila usaha UMKM bisa berkembang secara baik melalui pelatihan dan permodalan dari perbankan, maka akan turut berimbas kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalsel ke depannya.

"Program Pasar Murah dan Pasar Mikro ini sebenarnya sudah tiga tahun belakangan kami jalankan secara konsisten. Artinya sebenarnya Bank Kalsel sudah sejak lama serius dalam melakukan pembinaan UMKM dan meningkatkan realisasi KUR-nya," jelasnya.

Untuk tahun 2019 lalu realisasi pertumbuhan kredit Bank Kalsel secara umum mencapai angka Rp 10,44 triliun.

Angka ini naik dibanding realisasi tahun 2018 lalu yang hanya Rp 8,97 triliun dan realisasi tahun 2017 lalu yang bahkan hanya mampu tembus diangka Rp 8,31 triliun.

"Jika dibanding realisasi pertumbuhan kredit tahun 2018 lalu ada kenaikan sebesar 16,45 persen. Adapun dari realisasi kredit sebesar Rp 10,44 triliun disumbang oleh konvensional sebesar Rp 9,51 triliun dan syariah sebesar Rp 933 miliar," imbuhnya.

Di tengah situasi turbulensi ekonomi yang masih belum pulih, kredit produktif masih tumbuh sebesar 30,55 persen, terdiri dari Kredit Modal Kerja Rp 1,41 triliun atau 14 persen dan Kredit Investasi mencapai Rp 3,56 triliun atau 34 persen dari total kredit.

"Dari penjabaran kinerja realisasi dan komposisi kredit tersebut tentunya sudah dapat membuktikan bahwa tiap tahunnya Bank Kalsel terus mengupayakan agar kredit produktif realisasinya terus meningkat," pungkasnya. (aol)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved