Bumi Tuntung Pantang

Program Serasi di Tanahlaut Sukses, Desa Sarikandi Panen 6,186 Ton Padi Perhektar

Program Serasi di Tanahlaut yang berlangsung di Desa Sarikandi terbilang sukses. Panen padi di desa ini mencapai 6,186 ton

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Humpro Tanahlaut
Sukamta panen padi bersama kadis tanaman pangan hortikultura dan Perkebunan dan Dandim Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -  Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Kabupaten Tanahlaut (Tala) pada tahun 2020 terbilang sukses. Menurut laporan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanahlaut lahan pertanian SERASI di Desa Sarikandi menghasilkan 6,186 ton padi.

Dalam kegiatan Manunggal Tuntung Desa Sarikandi, Kecamatan Kurau Bupati Tala, H Sukamta berkesempatan melakukan panen padi diatas lahan program SERASI pada Jum'at (13/3/2020).

Dengan menggunakan mesin Combine Harvester Kamta, sapaan akrabnya, melakukan panen di atas lahan SERASI yang berdekatan dengan lokasi pembukaan kegiatan MTP di Desa Sarikandi tersebut.

Usai melakukan panen, Bupati Tala Sukamta mengungkapkan bahwa di Kabupaten Tala ada 17.000 hektare lahan program SERASI yang semuanya berhasil direalisasikan.

 

"Alhamdulillah semua berhasil tanam tidak ada yang gagal , contohnya di Desa Sarikandi ini produktivitasnya 6 ton per hektare, sedangkan di Desa Sumber Makmur lahan dengan luas 320 hektare yang dulunya hanya lahan bundung yang tak dapat digunakan untuk apa-apa ,kini bisa ditanami padi dan memiliki produktivitas 2 sampai 3 ton perhektarnya, ini adalah sebuah keberhasilan yang luar biasa," ujar Kamta.

Sukamta pun menambahkan bahwa program SERASI ini adalah sebuah wujud nyata bahwa pemerintah ingin menyejahterakan para petani.

Selain itu ia mengatakan bahwa program SERASI ini juga didukung oleh Pemkab Tala melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Tala dengan menyediakan alat-alat mesin pertanian seperti Combine Harvester untuk para petani agar proses panen lebih cepat sehingga memungkinkan para petani untuk tanam dua kali dalam setahun.

"Tentu kita dukung dengan alat mesin pertanian yang canggih agar para petani bisa dua kali tanam dalam setahun, tanam pertama dengan SERASI lalu tanam kedua saat air mulai tinggi dengan tanaman padi lokal. Sehingga para Petani kita lebih produktif lagi dan lebih sejahtera karena padi yang dihasilkan dua kali lipat jumlahnya," terang Sukamta.

Lebih lanjut Sukamta menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga gabah kering agar tetap stabil, yang mana saat ini harga gabah kering Rp 5 ribu per kilogramnya. Ia mengatakan bahwa dengan harga tersebut petani di Kabupaten Tala bisa mendapatkan keuntungan yang besar.(AOL/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved