Travel

Sensasi Kuliner Banjar di Atas Kapal, Begini Kisah Yanto Buka Usaha Warung Makan di Atas Kelotok

Sensasi nikmati kuliner banjar di atas kapal, begini kisah yanto buka usaha warung makan di atas kelotok

Sensasi Kuliner Banjar di Atas Kapal, Begini Kisah Yanto Buka Usaha Warung Makan di Atas Kelotok
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Warung Makan Kapal Terapung di Siring Piere Tendean Banjarmasin. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Gelombang kecil menerpa Warung Makan Kapal Terapung tak membuat jera Yanto bersama keluarganya menikmati makan lontong, soto Banjar dan kue Banjar di atas kapal di Siring Piere Tendean Banjarmasin, Minggu (15/3/2020).

Malah putrinya, Hafizah 'ketagihan' mengajak makan di atas Kapal Terapung sambil merasakan sensasi 'goyangan' terpaan gelombang.

"Saya sudah beberapa kali makan disini. Anak saya Hafizah yang mengajak kesini, selain makanannya enak, juga bisa refreshing bersama keluarga," kata Yanto, Minggu.

Selain itu, lanjut warga Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar, harga makananya cukup murah dan terjangkau.

Betrand Peto Ikut Rasakan Imbas Merebaknya Virus Corona, Ruben Onsu Ungkap Kekhawatiran sang Anak

Bisnis Baru Bunga Citra Lestari BCL Sepeninggal Ashraf Sinclair, Ibu Noah Geluti Usaha Fashion

Perintah Jokowi Soal Wabah Virus Corona: Kerja, Belajar, Ibadah di Rumah, ASN Boleh Tidak ke Kantor

Haul Ke-3 Ibunda H Isam, Habib Syech Bikin Ribuan Warga Tanahbumbu Bersalawat

Bagi yang tak tahan dengan adanya gelombang, wisatawan bisa makan di atas Siring sambil menikmati pemandangan Sungai Martapura.

Pemilik Warung Makan Kapal Terapung, Iwan Setiawan mengungkapkan, pertama kali buka Desember 2017 lalu.

"Saya melihat Pasar Terapung di Piere Tendean untuk berjualan di Sungai agak berkurang," katanya.

Lalu, lanjut dia, ada ide berjualan Warung Makan di atas kapal yang ukurannya lebih besar, supaya wisatawan lokal maupun luar yang datang ke Siring bisa menikmati kuliner Banjar sambil bisa menikmati sensasi makan di terpa gelombang.

Iwan pun membeli kapal seken atau bekas yang sebelumnya dipakai buat jualan sembako antar daerah atau kabupaten.

"Saya membeli kapal itu Rp 65 juta, cuma kurang layak dijadikan Warung Kapal Terapung. Saya pun merenovasi hingga tempatnya refresentatif dan lebih menarik," paparnya.

Kuliner yang dijualnya ada Lontong, Nasi Rawon, Soto Banjar, sate dan lain-lain yang harganya Rp 10.000 hingga Rp 25.000.

"Kami juga berjualan wadai Banjar seperti putu Mayang, laksa dan lain-lain dari harga Rp 2.000 sampai Rp 4.000. Juga ada minuman teh, sirup, es jeruk dan aneka kopi," jelasnya.

AHY Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat Gantikan SBY, Ini Profil Suami Annisa Pohan Itu

Babak Baru Kasus Medina Zein Lawan Irwansyah & Zaskia Sungkar Diungkap Lukman Azhari, Berlanjut!

Tangkal Penyebaran Virus Corona, Urkes Polresta Banjarmasin Gelar Edukasi Cuci Tangan di CFD

Harga makanan dan minuman disini, ucap Iwan, cukup terjangkau, sehingga tak hanya keluarga juga dan anak muda nongkrong disini sambil menikmati pemandangan sungai.

Dia pun bercerita, omset per bulan sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per bulan yang dikelola bersama empat saudara dan empat keluarga.

Menurut Iwan, wisatawan yang makan di atas kapal ada yang dari Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved