Berita Internasional

Pastor Ini Lakukan Penyerangan Seksual Pada Anak Pramuka, Dipecat Lalu Dihukum 5 Tahun Penjara

Pastor Ini Lakukan Penyerangan Seksual Pada Anak Pramuka, Dipecat Lalu Dihukum 5 Tahun Penjara

AFP/PHILIPPE DESMAZES
Mantan pastor Prancis yang dituduh melakukan pelecehan seksual Bernard Preynat meninggalkan gedung pengadilan Lyon, Prancis tenggara, pada 17 Januari 2020 di akhir persidangannya. - Jaksa penuntut umum meminta pada 17 Januari 2020, hukuman penjara tidak kurang dari delapan tahun untuk berbagai serangan seksual yang dilakukan oleh mantan pastor Bernard Preynat pada anak laki-laki selama masa dua dekade. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LYON - Dilansir dari media Perancis AFP, Seorang pastor katolik di Perancis dipecat dan divonis lima tahun penjara pada Senin (16/03/2020).

Dia dihukum setelah melakukan penganiayaan seksual terhadap bocah lelaki yang berada dalam asuhannya beberapa dekade lalu.

Sebuah kasus yang mengguncang Gereja Perancis karena mengklaim bahwa sang pastor dilindungi dari penuntutan oleh atasannya.

Bernard Preynat (75) telah mengaku dalam persidangannya pada Januari silam di kota tenggara Lyon. Dia mengaku melakukan 'belaian' yang dia tahu dilarang setelah para korban bersaksi tentang pelanggaran yang dilakukannya.

BREAKING NEWS: Mulai Besok SD, SMP & PAUD di Banjarmasin Diliburkan, Antisipasi Virus Corona

Jokowi Larang Pemerintah Daerah Lakukan Lockdown Virus Corona, Hanya Ini yang Boleh

Pernikahan Jessica Iskandar & Richard Kyle Diundur Gegara Virus Corona, Ini Kata Sobat Nia Ramadhani

Esports PUBG & Mobile Legend : Link Pendaftaran ViVo Esports 2020 Mulai Maret Ini

Pada hari pertama persidangannya, dilansir dari BBC, Preynat mengatakan dia awalnya tidak melihat tindakannya sebagai ' kekerasan seksual', hanya memberikan belaian dan pelukan.

Dia mengaku kepada pengadilan bahwa bagaimana pun itu, interaksi yang sering terjadi di kamp pramuka pada akhir pekan itu memang membawanya pada kesenangan seksual.

Para korban berusia tujuh sampai 14 tahun ketiga dugaan kejahatan dilakukan antara 1971 dan 1991. Ketika itu, Preynat adalah pemimpin Pramuka di Lyon.

Jaksa Penuntut menuduh mantan pastor itu menghancurkan nyawa korban dan mengambil untung dari diamnya para orang tua korban dan hierarki gereja.

Kelompok-kelompok korban telah lama menuduh atasan Preynat, Philippe Barbarin, menutupi penyiksaan itu. Preynat kini adalah mantan pastor Perancis paling senior yang tertangkap skandal pedofilia dalam beberapa tahun terakhir.

Barbarin, seorang konservatif setia yang menjadi Uskup Agung Lyon pada 2002 awalnya dijatuhi hukuman enam bulan pada Maret 2019 karena tidak melaporkan kejahatan yang dilakukan Preynat.

Namun, pada Januari, pengadilan banding membatalkan putusan bersalah. Dan mengatakan meski Barbarin seharusnya memberitahu pihak berwenang, dia tidak bertanggung jawab secara pidana atas kurangnya tindakannya.

Adapun Sri Paus Fransiskus kemudian menerima pernyataan undur diri Barbarin dari posisi sebagia Uskup Agung Perancis pada Jumat (06/03/2020) kemarin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lakukan Penyerangan Seksual Pada Anak Pramuka, Pastor Ini Dihukum 5 Tahun Penjara",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved