Berita Banjarmasin

VIDEO Puncak Pekan QRIS Nasional di Kalsel, Bank Indonesia Targetkan 15 Juta Pedagang Gunakan QRIS

Menyebarluaskan informasi mengenai implementasi kebijakan Bank Indonesia (BI), terkait standarisasi pembayaran nasional, QR Code Indonesia Standard

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menyebarluaskan informasi mengenai implementasi kebijakan Bank Indonesia (BI), terkait standarisasi pembayaran nasional, yaitu QR Code Indonesia Standard (QRIS), Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Pekan QRIS Nasional 2020.

Puncak kegiatan dilaksanakan di Duta Mall Bamjarmasin, Sabtu (15/3/2020).

Pekan QRIS merupakan bagian dari kegiatan nasional yang serentak dilaksanakan di seluruh Kantor Perwakilan BI se Indonesia dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun pada 9-14 Maret 2020 dan ditutup Minggu (15/3/2020).

"Di Kalsel lebih kurang terdapat 22.500 pedagang yang sudah menggunakan QRIS sampai dengan awal 2020, ini perlu kami genjot lagi untuk mendukung target 2020 yang mana diharapkan 15 juta pedagang telah menggunakan QRIS secara nasional," jelas Kepala KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring, kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkannya, kebijakan QRIS merupakan langkah yang ditempuh BI bersama stakeholders puntuk mengintegrasikan dan mempermudah proses pembayaran menggunakan QR Code yang memenuhi standar, menjembatani masyarakat bertransaksi non-tunai menggunakan uang atau dompet elektronik dan mobile banking secara aman, nyaman, dan praktis.

Video Hindari Potensi Masalah dalam Rekrutmen PPK/PPS, Begini Saran Bawaslu Kabupaten Banjar

Ini Kata Bupati Tanahlaut Sukamta Terkait Pencegahan Corona

VIDEO Dinkes Banjarmasin Kerahkan 19 Tim Medis Sosialisasi Upaya Cegah Corona di Siring Tendean

Tanpa Lockdown, Korea Selatan Berhasil Turunkan Kasus Virus Corona, Ternyata Caranya Biasa Saja

QR Code yang berstandar QRIS bisa dipakai berbagai aplikasi atau akun uang elektronik karena sudah terkoneksi langsung antar Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) termasuk bank.

"Kebijakan QRIS merupakan langkah yang ditempuh BI bersama stakeholders puntuk mengintegrasikan dan mempermudah proses pembayaran menggunakan QR Code yang memenuhi standar, menjembatani masyarakat bertransaksi non-tunai menggunakan uang/dompet elektronik dan mobile banking secara aman, nyaman, dan praktis," urainya.

Diakuinya Kalsel memiliki tren pertumbuhan UMKM yang cukup baik, ada peluang potensi peningkatan daya saing melalui QRIS karena dapat mempermudah transaksi antara penjual dan pembeli, sesuai slogan QRIS, yaitu Unggul, universal, gampang, untung, dan langsung.

Rangkaian pekan QRIS yang telah dilaksanakan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pre-event melalui sosialisasi di media radio dan tv dari tanggal 2-6 Maret 2020, temu wartawan, dan kuliah umum di FEB Universitas Lambung Mangkurat.

Kegiatan utama dilakukan dalam bentuk sosialisasi di beberapa tempat di antaranya Duta Mall, SMAN 1 dan 2 Banjarmasin, Bakeuda Pemprov Kalsel, UIN Antasari, Mesjid Sabilal Muhtadin dan Pasar Tradisional Sentra Antasari.

Selain sosialisasi dari Bank Indonesia narasumber PJSP juga dilibatkan untuk turut hadir pada acara tersebut. Animo peserta pada saat pelaksanaan edukasi atau sosialisasi dikatakan Amanlison cukup tinggi.

ASN Pemprov Kalsel Diminta untuk Menunda Perjalanan Dinas ke Luar Daerah

VIDEO Semarak Murid-murid dari 6 SD Lomba Pocil di Polres Kotabaru

Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Persiapkan Lokasi Pasar Ramadhan

VIDEO Mahasiswa Semarakkan Hari Musik Nasional di Siring Tendean Banjarmasin

"Jika dilihat dari testimoni beberapa peserta dalam sosialisasi QRIS tersebut, mereka menjadi lebih paham apa itu QRIS dan tahu caranya melakukan transaksi pembayaran non-tunai di handphone dengan lebih mudah," tutur dia.

Dalam kegiatan puncak yang digelar di Duta Mall, terdapat pula Pojok QRIS yang membantu informasi dan pendaftaran QRIS dibantu BI dan PJSP serta bank pelaksana.

"Elektronifikasi menjadi salah satu faktor dalam mendukung peningkatan daya saing perekonomian Kalsel memasuki era ekonomi digital. Dukungan dari semua elemen termasuk pemerintah, swasta, akademisi, pelaku usaha dan industri menjadi faktor yang krusial untuk kemajuan Kalsel menuju Kalsel mandiri dan terdepan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved