Berita Tanahbumbu

Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Mark Up Anggaran BBM di DLH, Tiga Kali Dipanggil Selalu Mangkir

Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Mark Up Anggaran BBM di DLH, Tiga Kali Dipanggil Selalu Mangkir

banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kasi Pidsus Kejari Tanbu, Haris Cahyo Wibowo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Perkembangan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahbumbu, kini memasuki babak baru.

Kejaksaan Negeri Tanahbumbu kini sudah tetapkan satu tersangka mark up anggaran pengadaan untuk BBM angkutan sampah di wilayah Kecamatan Kusan Hilir.

Kasus tersebut berjalan pada 2017-2018 lalu.

Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tanahbumbu, Haris Cahyo Wibowo, Selasa (17/3/2020).

Niatnya Ingin Viral, Pemuda Banjarbaru ini Jadi Kuntilanak Sambil Ngevlog Akhirnya Malah Apes

Benarkah Uang Kertas Bisa Jadi Media Penularan Virus Corona? Ternyata Begini Penjelasan Ahli

Hasil Tes Presiden Jokowi & Istri Terkait Virus Corona Ditanyakan, Ini Jawabannya

Penetapan tersangka tersebut dianggap sudah lengkap sehingga didapati satu tersangka.

"Kita sudah tetapkan tersangkanya pada 3 Maret kemarin. Tersangka berinisial Z yang merupakan koordinator di wilayah Pagatan Kecamatan Kusan Hilir," kata Haris kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dia menyebutkan, untuk kerugian Negara yang ditimbulkan mencapai kisaran Rp 300 jutaan.

Saat melakukan aksinya, tersangka ini masih berstatus PNS, namun sekarang sudah pensiun lantaran mengajukan pensiun dini.

"Status tersngka sekarang tidak lagi sebagai PNS karena mengajukan pensiun dini pada 2019 lalu, untuk alasannya pensiun dini kita tidak tahu karena umurnya masih sekitar 49 tahun," katanya.

Haris juga menyebutkan, tersangka ini terbilang tidak koperatif, karena sudah tiga kali pemanggilan, justru tak pernah datang.

Hingga akhirnya Kejaksaan naikkan statusnya sebagai tersangka sesuai bukti-bukti yang ada.

"Dia tidak koperatif, kami harap tersangka ikuti prosedur karena tahapan ini bila tidak koperatif kami bisa lakukan upaya paksa. Pihak keluarga juga diminta untuk membantu dan tidak menghalang-halangi," katanya.

Beberapa kali surat pemanggilan, hanya istrinya yang selalu ditemui.

Namun setelah itu, justru sama saja.

Tersangka tak kunjung datang-datang saat pemanggilan dilayangkan.

"Prosesnya berjaln dn berharap si tersangka ini bisa koperatif," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved