Destinasi Maskot Bekantan

Nikmati Makanan Khas Banjar di Atas Kapal Terapung Sambil Nikmati Goyangan Ombak Sungai Martapura

Nikmati Makanan Khas Banjar di Atas Kapal Terapung Sambil Nikmati Goyangan Ombak Sungai Martapura

Nikmati Makanan Khas Banjar di Atas Kapal Terapung Sambil Nikmati Goyangan Ombak Sungai Martapura
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Warung Makan Kapal Terapung letaknya tak begitu jauh dari Patung Bekantan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puas berfoto ria di Patung Bekantan, dan merasa lapar, pengunjung dari berbagai daerah di Kalsel maupun luar bisa menikmati kuliner khas Banjar sambil makan di kapal.

Warung Makan Kapal Terapung letaknya tak begitu jauh dari Patung Bekabtan.

Di tempat ini tersedia aneka macam makanan seperti lontong, soto Banjar dan kue Banjar.

"Biasanya usai mengunjungi Patung Bekantan, kami sekeluarga di atas Kapal Terapung sambil merasakan sensasi 'goyangan' terpaan gelombang," kata Yanto, salah satu pengunjung warga Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar.

Maskot Bekantan Banjarmasin, Dibangun dengan Biaya Rp 2,6 M dan Tingginya 6 Meter

Bagi Wisatawan Luar, Berfoto di Maskot Bekantan Jadi Bukti Pernah ke Banjarmasin

Ditambahkannya, harga makananya cukup murah dan terjangkau.

Pemilik Warung Makan Kapal Terapung, Iwan Setiawan mengungkapkan, pertama kali buka Desember 2017 lalu.

"Saya melihat Pasar Terapung di Piere Tendean untuk berjualan di Sungai agak berkurang," katanya.

Lalu, lanjut dia, ada ide berjualan Warung Makan di atas kapal yang ukurannya lebih besar, supaya wisatawan lokal maupun luar yang datang ke Siring bisa menikmati kuliner Banjar sambil bisa menikmati sensasi makan di terpa gelombang.

Kuliner yang dijualnya ada Lontong, Nasi Rawon, Soto Banjar, sate dan lain-lain yang harganya Rp 10.000 hingga Rp 25.000.

"Kami juga berjualan wadai Banjar seperti putu Mayang, laksa dan lain-lain dari harga Rp 2.000 sampai Rp 4.000. Juga ada minuman teh, sirup, es jeruk dan aneka kopi," jelasnya.

Harga makanan dan minuman di sini, ucap Iwan, cukup terjangkau, sehingga tak hanya keluarga, anak muda nongkrong di sini sambil menikmati pemandangan sungai.

Menurut Iwan, wisatawan yang makan di atas kapal ada yang dari Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.

(Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved