Berita Kalteng

Wali Kota Palangkaraya Batasi Operasional THM, Kotim Batalkan Festival Habaring Hurung

Wali Kota Palangkaraya Batasi Operasional THM, Kotim Batalkan Festival Habaring Hurung

Wali Kota Palangkaraya Batasi Operasional THM, Kotim Batalkan Festival Habaring Hurung
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menetapkan Wabah Virus Covid-19 sebagai bencana nasional non alam, sehingga dibuat regulasi untuk pencegahan dan penanggulangannya agar tidak menyebar ke Kota Cantik.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, telah mengeluarkan sejumlah aturan melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut, terutama mengurangi warga untuk datang dalam perkumpulan yang melibatkan orang banyak.

Behkan ancaman ditujukan pada tempat hiburan malam (THM) yang kerap jadi tempat kumpul orang banyak.

Permintaan Maaf Dul Jaelani pada Pacar Tiara Idol Muncul, Putra Maia Estianty-Ahmad Dhani Sebut Ini

Kesalahan di Postingan Syahrini Soal Tips Cegah Virus Corona Disorot, Istri Reino Barack Tulis Ini

Benarkah Uang Kertas Bisa Jadi Media Penularan Virus Corona? Ternyata Begini Penjelasan Ahli

Jam operasionalnya tidak lagi sampai subuh atau dini hari, tetapi dibatasi cuma sampai pukul 21.00 wib malam hari.

"Kami memberlakukan jam operasional malam di tempat Karaoke dan Diskotik hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB, apabila melebihi jam tersebut akan dikenakan sanksi penutupan tempat usaha sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, Selasa (17/3/2020).

Bukan hanya itu, Wali Kota juga meminta warga Palangkaraya tetap tenang dan menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup sehat dan bersih salah satunya mencuci tangan menggunakan sabun, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrur Rahman, mengatakan, selama status Kotim yang telah siaga darurat, pihaknya mengambil keputusan untuk sememtara museum kayu tidak menerima kunjungan atau ditutup selama 14 hari.

Festival Habaring Hurung ditunda, Pelayanan Kapal ditunda atau dihentikan sementara, pelayanan rumah betang atau pondok pandang milik Pemerintah di ujung pandaran ditutup sementara serta pelayanan di Taman Miniatur Budaya, sementara dihentikan.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved