Tajuk

Bukan untuk Jalan-jalan

Walau belum ditemukan pasien positif Corona (Covid-19), Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan mengambil langkah tegas meliburkan sejumlah sekolah

Bukan untuk Jalan-jalan
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Achmad Fikry, akhirnya memutuskan tak meliburkan sekolah, seiring ditetapkannya status Siaga Darurat Covid-19, Selasa (17/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Walau belum ditemukan pasien positif Corona (Covid-19), Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan mengambil langkah tegas meliburkan sejumlah sekolah di wilayahnya selama 14 hari.

Diumumkan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, Senin (16/3) hal itu tidak lain sebagai upaya pencegahan penularan Virus Corona. Pemko meliburkan pelajar SD, SMP dan PAUD, yang dalam kewenangan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Terhitung sejak Selasa (17/3), memang masih ada beberapa sekolah yang meliburkan kegiatan belajar mengajar. Namun, pada Rabu (18/3) semua sekolah di tingkat PAUD, SD/sederajat dan SMP/sederajat mulai libur.

Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan memang belum sampai meliburkan siswanya. Tetapi semua memang tergantung pada kondisi dan kegawatan yang diantisipasi.

Pastinya libur selama 14 hari tersebut menjadi salah satu cara yang minim risiko, disamping usulan isolasi atau lockdwon. Karena ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksinya dengan Covid-19, maka seseorang tersebut harus menunggu selama 14 hari (minimal). Jika tidak terjadi apa-apa, maka orang tersebut aman.

Banjarmasin Post edisi Rabu (18/3/2020)
Banjarmasin Post edisi Rabu (18/3/2020) (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Libur 14 hari juga untuk memotong rantai penularan. Tentunya ini akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari itu.

Dalam waktu 14 hari tersebut juga berguna untuk saling pantau. Jika ada orang yang menunjukkan gejala-gejala menderita serangan Covid-19 bisa secepatnya ditangani dan penularan hanya berheti pada pada dirinya.

Berdasar kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan juga secepatnya merumuskan jadwal ulang aktivitas belajar mengajar, karena sebentar lagi memasuki Bulan Ramadan. Biasanya setiap Ramadan, siswa SD/sederajat juga diliburkan. Artinya, murid akan menghadapi libur yang cukup panjang, pascalibur Corona.

Ini nantinya berkaitan dengan beban belajar murid, saat aktivitas kembali masuk dan jadwal ujian kenaikan kelas/kelulusan. Jangan sampai semua ditumpuk di saat mereka kembali masuk.

Kemudian, antisipasi juga libur yang berubah menjadi ‘aktivitas liburan’. Pelajar bukannya belajar di rumah, dan menghindari keramaian, tapi justru memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan. Tanpa pemahaman yang cukup mereka justru memanfaatkan waktu bermain ke pusat perbelanjaan, atau pusat game online umpamanya. Tentu, tujuan tak tercapai, dan justru membuat pelajar terbuai.

Orangtua juga perlu memahami kebijakan tersebut, sehingga sekolah maupun pemerintah juga perlu memberi penjelasan yang memadai. Karena selama 14 hari itu sangat penting dan tentu harus disertai tindakan kepatuhan.

Kita tentu berharap wabah ini segera terasi, sehingga warga mesti mematuhi aturan dan semua kebijakan pemerintah. Termasuk yang harus diingat untuk tetap menjaga pola hidup sehat. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved