Berita Kalteng

Dua Lokasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Ditutup, Tidak Menerima Sukarelawan atau Peneliti Baru

Dua Lokasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Ditutup, Tidak Menerima Sukarelawan atau Peneliti Baru

Dua Lokasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Ditutup, Tidak Menerima Sukarelawan atau Peneliti Baru
Yayasan BOSF
yayasan BOS untuk sementara pusat infornasi Yayasan BOS di Nyaru Menteng Palangkaraya ditutup untuk umum 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan orangutan dari wabah Covid-19 yang saat ini merebak di Dunia.

Ada tiga pusat rehabilitasi orangutan sementara ini ditutup untuk pencegahannya.

Jamartin mengatakan, sejak 17 Maret 2020, seluruh pusat rehabilitasi orangutan milik BOS Foundation ditutup bagi umum.
Ini mencakup Pusat Informasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lodge di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari di Kalimantan Timur.

Pencegahan Corona, Borneo Orangutan Survival Tutup Kunjungan Tamu ke Nyaru Menteng Palangkaraya

Satu Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Ulin Banjarmasin Meninggal, Gejala Pneumonia dan Diabetes

Cristiano Ronaldo & Lionel Messi Dikarantina Terkait Virus Corona, Ini yang Dilakukan Dua Rival Itu

Dikatakan, di kedua lokasi tersebut, pihaknya tidak menerima pengunjung atau sukarelawan sampai risiko penyakit telah dieliminasi sepenuhnya dan dinyatakan benar-benar aman.

"Situs-situs pelepasliaran dan penelitian, termasuk kamp-kamp kami di Hutan Lindung Bukit Batikap, Taman Nasional Bukit Baka, Hutan Kehje Sewen, dan Stasiun Penelitian Tuanan, tidak akan menerima sukarelawan atau peneliti baru," ujarnya.

Pihaknya juga akan mengevaluasi ulang situasi dan mengambil keputusan untuk terus menutup atau membuka kembali kegiatan setiap satu bulan.

"Kami tidak dapat meniadakan kontak antara manusia dan orangutan sepenuhnya, karena mereka membutuhkan makanan dan perawatan sehari-hari," ujar Jamartin.

Karyawan yang terus bekerja dengan orangutan akan diperiksa suhu tubuhnya dua kali sehari dan diberikan cuti begitu merasa demam atau tidak sehat.

"Karyawan yang bekerja diwajibkan lebih sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan sarung tangan," ujarnya lagi.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved