Breaking News:

Wabah Virus Corona

Inilah Identitas Pasien Pertama Terima Suntikan Vaksin Virus Corona, Ternyata Bukan Orang Sembarang

Identitas pasien pertama yang menerima vaksin virus corona di Seattle, Amerika Serikat (AS), terungkap.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi vaksin. Identitas pasien pertama yang menerima vaksin virus corona di Seattle, Amerika Serikat (AS) terungkap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEATTLE - Identitas pasien pertama yang menerima vaksin virus corona di Seattle, Amerika Serikat (AS), terungkap.

Orang pertama yang menerima injeksi itu bukan orang biasa atau diambil acak di masyarakat.

Ternyata sosok tersebut bernama Jennifer Haller, seorang manajer operasi perusahaan teknologi berusia 43 tahun.

"Kami merasa tidak berdaya. Ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk melakukan sesuatu," kata Haller dikutip Associated Press.

Cristiano Ronaldo & Lionel Messi Dikarantina Terkait Virus Corona, Ini yang Dilakukan Dua Rival Itu

Ganasnya Virus Corona, Penderita Sebut Rasa Sakit Covid-19 bak Bertinju dengan Mike Tyson 5 Ronde

Satu Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Ulin Banjarmasin Meninggal, Gejala Pneumonia dan Diabetes

Ibu Ini Lampiaskan Nafsu Setannya saat Anak Teler, Lakukan Hubungan Intim Sedarah, Lalu Digerebek

Dikutip CBS News Selasa (17/3/2020), dua anaknya yang masih remaja menganggap keren ibunya yang ikut andil dalam uji coba vaksin virus corona.

Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) menyatakan, terdapat 45 sukarelawan, berusia antara 18-55 tahun, yang berpartisipasi dalam tes ini.

Tes tersebut didanai oleh Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna.

Vaksin Covid-19, nama penyakit yang diakibatkan oleh virus corona itu, diberi nama mRNA-1273 karena dibuat berdasarkan urutan genetik RNA virus.

Dr Barney Graham, wakil direktur Pusat Penelitian Vaksin berkata, mereka sudah bekerja sama dengan Moderna karena pendekatan RNA bisa memproduksi obat dalam waktu cepat.

Menemukan vaksin yang efektif dan bisa mencegah infeksi SARS-Cov-2 (nama resmi virus) adalah prioritas kesehatan paling mendesak sekarang," ujar Direktur NIAID, Anthony Fauci.

Halaman
123
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved