Berita Kabupaten Banjar

Aktivis LSM Kalsel Datangi Kejari Banjar, ini Perkara Tipikor yang Disoroti

Aktivis LSM Kalsel Datangi Kajari Banjar, ini Perkara Tipikor yang Disoroti

banjarmasinpost.co.id/roy
TRI TARUNA FARIADI, kasi Pidsus Kejari Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah aktivis di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintahan dan Parlemen (KPK-APP) Kalimantan Selatan mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) siang.

Kedatangan mereka disambut petinggi Kejari setempat dan melakukan pertemuan di ruang Kajari Banjar Muji Murtopo SH MHum.

Para aktivis tersebut mempertantakan tak kunjung dieksekusinya terpidana kasus tipikor (tindak pidana korupsi) dana hibah pilkada 2015, AF.

Saat itu yang bersangkutan menjabat komisioner di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjar.

Link Update Jumlah Kasus Virus Corona atau Covid-19 di Dunia, China Terbanyak, Bagaimana Indonesia?

Chat Verrell Bramasta - Febby Rastanty Saat Ramai Virus Corona Disorot, Eks Natasha Willona Ucap Ini

Maia Estianty Putuskan Berpisah dari Irwan Mussry demi Cegah Corona, Ibu Al El Dul Isolasi Diri

Padahal sesuai petikan putusan Mahkamah Agung (MA), yang bersangkutan telah diputuskan berslaah dan berstatus terpidana.

“Beberapa waktu lalu kami memanh telah mengirim surat ke Kajari Kabupaten Banjar dan minta waktu pertemuan pada 19 Maret 2020. Tujuan kami agar kami mengetahui bagaimana sebenarnya penanganan kasus korupsi itu dan perkara tipikor di Kabupaten Banjar lainnya,” ujar Aliansyah, koordinator LSM KPK-APP.

Mengenai hal itu, Kasi Pidana Khusus Kejari Banjar Tri Taruna Fahriadi mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal menangani sejumlah kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Banjar.
Termasuk di antaranya terkait eksekusi terpidana AF.

Ia mengatakan telah beberapa kali berkoordinasi dengan Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Lalu menyurati MA guna meminta salinan petikan putusan MA yang menyatakan AF terbukti bersalah.

"Sudah lima kali kami melayangkan surat ke MA. Tapi hingga sekarang belum ada balasan, salinan petikan putusan itu tak kunjung," jelas Tri.

Pertama surat dilayangkan 21 Agustus 2018. Berikutnya tanggal 18 April 2019, 10 September 2019, 30 Januari 2020, dan 17 Maret 2020.

"Itulah kendalanya sehingga mengapa hingga sekarang kami belum mengeksekusi AF. Alhamdulillah setelah kami jelaskan, kawan-kawan aktivis LSM memamahi dan bahkan akan membantu kami. Mereka akan turut menyurati MA," tandas Tri.

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya baru sebatas telah mendapatkan petikan putusan dari MA terhadap AF.

Namun salinan putusan belum juga didapat, padahal salinan putusan menjadi dasar melakukan eksekusi terpidana.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved