Ekonomi dan Bisnis

Isu Corona Bikin Rupiah Melemah, Pengusaha Karet Ungkap Fakta Ini

Jatuhnya nilai tukar rupiah ternyata tak memberikan keuntungan bagi pengekspor karet

Isu Corona Bikin Rupiah Melemah, Pengusaha Karet Ungkap Fakta Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Ilustrasi-UPPB Pelita Abadi mengajak petani karet di desa Masingai menjual karet dalam bentuk kering 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bikin heboh. Menurut Google nilai mata uang Paman Sam itu sudah tembus Rp 16.000. Waduh, betul nggak ya?

Sejumlah warganet mencuitkan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp 16.000. Pernyataan tersebut umumnya menyertakan hasil tangkapan layar nilai tukar rupiah yang disampaikan oleh mesin pencari Google.

Hari ini rupiah memang melemah terhadap dolar AS, tapi belum sampai membawa The Greenback ke kisaran Rp 16.000. 

Dikutip dari Riset CNBC Indonesia, Kamis (19/3/2020) pukul 12:02 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 15.400 di perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 1,34% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Link Update Jumlah Kasus Virus Corona atau Covid-19 di Dunia, China Terbanyak, Bagaimana Indonesia?

Maia Estianty Putuskan Berpisah dari Irwan Mussry demi Cegah Corona, Ibu Al El Dul Isolasi Diri

Dua Jam Evakuasi Ular Sepanjang 4 Meter di Martapura Timur, Petugas Terpaksa Bius Sanca Batik

Chat Verrell Bramasta - Febby Rastanty Saat Ramai Virus Corona Disorot, Eks Natasha Willona Ucap Ini

Namun di mesin pencari Google, tertulis bahwa rupiah sudah mencapai kisaran Rp 16.000/US$. Pada pukul 12:04 WIB, US$ 1 dihargai Rp 16.077,5.

Kemungkinan kurs Google itu mengacu ke pasar Non-Deliverable Forwards (NDF). Di pasar tersebut, kurs rupiah terhadap dolar AS memang sudah berlari kencang. 

 Berkaitan dengan melemahnya rupiah, menurut Ketua Gabungan Perusahaan kata  Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Cabang Kalimantan Selatan-Tengah,  Andreas Winata didampingi Sekretaris Eksekutif  Hasan Yuniar, Kamis (19/3/2020),  bukan berarti menguntungkan pengusaha karet.

Alasanya dia, dengan merembaknya kasus Corona, harga terus merosot menjadi 1,30 US dolar per kilonya.

"Di bulan Desember 2019 lalu, harga karet di pasar dunia 1,48 US Dollar per kilonya, tapi dari Januari hingga Maret ini turun menjadi Rp 1,30 US dollar per kilonya," jelasnya.

Ditambahkan Hasan Yuniar, bila nilai rupiah Rp 14.000 dengan asumsi harga karet Rp 1,48 US dollar per kilonya, pasti akan lebih untung dibanding nilai rupiah Rp 16.000 sedangkan harga karet Rp 1,30 US dollar per kilonya.

Ada Sejarah Era Mataram Kuno di Balik Nama Pohon Tigaron, di Kalsel Bunganya Jadi Makanan Khas

Perut Nia Ramadhani dalam Video TikTok Istri Ardi Disorot, Maia Estianty & Ayu Dewi Ikut Komentari

Ucapan Raffi Ahmad Bikin Syahnaz Tersinggung, Terjadi Saat Suami Nagita Slavina Gendong Zayn

Jadi, kata dia, anggapan di masyarakat dengan melemahnya rupiah akan menguntungkan eksportir sebenarnya tidak selamanya benar.

Hasan menjelaskan, sejak kasus virus korona ini berdampak lebih 100 negara merasa khawatir dengan mengurangi kegiatan. Otomatis produksi pun ikut menurun pula dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi pun ikut menurun. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved