Berita Kalteng

RSUD Kalampangan Palangkaraya Ditunjuk sebagai RS Khusus Penanganan Pasien Covid-19

RSUD Kalampangan Palangkaraya Ditunjuk sebagai RS Khusus Penanganan Pasien Covid-19

RSUD Kalampangan Palangkaraya Ditunjuk sebagai RS Khusus Penanganan Pasien Covid-19
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serius menangani penyebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah.

Salah satu keseriusan tersebut dibuktikan dengan menjadikan RS Kalampangan Kota Palangkaraya sebagai RS Khusus penanganan Pasien Corona.

RSUD Kalampangan berada di pinggiran Kota Palangkaraya, Jalan Mahirmahar arah Palangkaraya- Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dulunya merupakan Puskesmas Kalampangan namun ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D untuk memudahkan pelayanan warga sekitar perbatasan Palangkaraya dan Kabupaten Pulangpisau berobat.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran mengatakan, pihaknya selama ini menetapkan tiga rumah sakit di Kalteng yang menjadi rujukan.

Maia Estianty Putuskan Berpisah dari Irwan Mussry demi Cegah Corona, Ibu Al El Dul Ungkap Ini

Lahir di Wuhan Lalu Menyebar ke 150 Negara, Virus Corona Ternyata Bukan Rekayasa Genetika, Buktinya?

Penampakan Virus Corona Setelah Diperbesar Ribuan Kali, Ini Bentuk Sebenarnya Covid-19 di Mikroskop

Namun dia menyayangkan, ada satu rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai RS rujukan, saat ada pasien diduga covid-19 ingin masuk malah ditolak dan pasien dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya.

"Saya tidak menyebutkan RS tersebut, tetapi saya minta bupati tidak bermain-main untuk melakukan pengecekan lagi kesiapan RS yang ditunjuk untuk terduga atau terindikasi pasien Covid-19 tersebut. Saya menyesalkan kejadian ini ada RS yang tidak siap menerima, karena alasan tidak siap. Saya minta Bupati Menindak Direktur RS yang tidak menyipakannya," ujarnya.

Sugianto juga menegaskan, pihaknya telah membuat rencana perluasan rumah sakit rujukan Covid-19 dengan menjadikan RSUD Kalampangan sebagai RSUD khusus penanganan Covid-19 serta menjadikan Bapelkes Palangkaraya serta Asrama Haji di Jalan George Obos Palangkaraya sebagai pusat karantina penderita Covid-19.

"Penyiapan RSUD Kalampangan sebagai RS khusus penderita Covid-19 dan menjadikan Bapelkes dan Asrama Haji Palangkaraya sebagai pusat karantina tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kejadian luar biasa penyebaran virus Covid-19 di Kalteng. Kami juga siapkan SDM tenaga medisnya masuk dalam anggaran APBD Kalteng untuk penanganan Covid-19 hingga Rp 50 M," ujarnya.

Kepada semua Bupati dan Wali Kota se Kalteng untuk juga menyiapkan anggaran dari APBD masing-masing sebagai bentuk persiapan daerah dalam penanganan Covid-19 yang kini mewabah.

"Saya minta soal ini disesuaikan dengan APBD dan dibicarakan dengan DPRD masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Kamis (19/3/2020), pasien dengan status Pasien Dengan Pengawasan (PDP) masih dirawat di Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya mencapai 10 orang.

Sedangkan yang dirawat di RSUD Imanuddin Pangkalanbun , Kabupaten Kotawaringin Barat, mencapai empat orang.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved