Berita Tabalong

VIDEO Penjagal yang Tak Mau Gunakan RPH Kabupaten Tabalong Akan Diberi Penyuluhan

Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak Tepatnya bersebelahan dengan Kantor Dinas Perikanan masih terus beroperas

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGRumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, masih terus beroperasi.

Tahun 2020 target pendapatan RPH kembali dinaikkan, dengan ini pengelola RPH berharap seluruh penjagal bisa memotongkan sapi dan kambing di RPH khususnya untuk wilayah Tanta, Tanjung dan Murung Pudak.

Bakhrani pengelola RPH, mengatakan, hingga saat ini masih ada penjagal yang berada dekat dengan RPH namun tidak melakukan pemotongan sapi di RPH.

Hal ini bukan hanya berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah.

Karena setiap pemotongan sapi penjagal dikenakan retribusi sebesar Rp 15.000.

Lahir di Wuhan Lalu Menyebar ke 150 Negara, Virus Corona Ternyata Bukan Rekayasa Genetika, Buktinya?

Masih Ada Penjagal Tak Mau Gunakan Rumah Potong Hewan di Mabuun Kabupaten Tabalong

22 Pasien Kalteng PDP Covid-19 Masih Dirawat, Kondisi Tiga Orang Diantaranya Tidak Stabil

Gawat! Libur Corona, Pelajar di Banjarmasin Malah Keluyuran & Mengemis di Jalan, Ini Kata Satpol PP

Jumlah retribusi padahal tidak begitu besar, dengan fasilitas yang telah diberikan yaitu tempat untuk pemotongan, air bersih, dan juga alat untuk mengangkut daging setelah dilakukan pemotongan.

Selain tidak maksimalnya pendapatan daerah, jika masih ada penjagal yang tidak melakukan penyembelihan di RPH, juga terdapat beberapa kerugian lain.

“Jika di luar RPH kami tidak bertanggung jawab jika ada hewan yang menderita penyakit, karena tidak melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dulu,” ujarnya.

Limbah sisa pembuangan penyembelihan juga entah dibuang kemana.

Berbeda jika dilakukan di RPH dimana terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Untuk mengatasi hal tersebut RPH terus berusaha untuk melakukan sosialisasi terhadap para penjagal yang masih belum melakukan penyembelihan sapi di RPH.

VIDEO Pengganda Uang di Amuntai Selatan Perdaya Korban hingga Puluhan Juta, Begini Modusnya

Polres HSS Modifikasi Water Canon Jadi Fasilitas Cuci Tangan, Cegah Corona Warga Dicek Suhu Tubuh

Dinas PUPR Kalsel Lakukan Pemeliharaan Berkala Saluran Pembuang di Haruyan Dayak

Komisi III DPRD Banjarbaru Periksa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di TPA Gunung Kupang

“Kami juga akan melakukan pertemun dengan para penjagal yang masih belum mau menyembelih di RPH, ingin mennanyakan alasan dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Untuk penjagal yang berada di luar wilayah Tanjung, Tanta dan Murung Pudak seperti di wilayah selatan di Kelua, RPH memberikan izin khusus dengan beberapa aturan untuk dipenuhi.

Seperti, kelengkapan fasilitas dan juga pengolahan limbahnya.

“Dan mereka juga tetap membayarkan retribusi sehingga daerah tetap mendapatkan pemasukan, mereka juga terus dipantau untuk pengecekan kesehatan hewan sebelum dilakuakn penyembelihan,” ujarnya.

Setiap hari penjagal membawa sapi sekitar pukul 20.00 Wita, dan akan dilakukan penyembelihan pada 02.00 Wita dini hari keesokan harinya.

Tersedia tempat khusus untuk mendirikan sapinya sehingga untuk pemotongan lebih mudah dengan posisi menghadap kiblat. Setelah selesai pemotongan daging langsung dibawa kepasar untuk dijual.

Respons Via Vallen & Siti Badriah Saat Zaskia Gotik Bersama Pengusaha Kalimantan, Sirajuddin Mahmud

Masuk Masa Panen, Bulog Kalsel Jamin Stok Beras dan Bahan Pokok Tercukupi Hingga 5 Bulan

Buron 7 Bulan dari Rutan, Pria Ini saat Akan Ditangkap Kabur dan Lakukan Perlawanan hingga Didor

300 Santri Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba dari Kapolsekta Banjarmasin Selatan AKP H Idit Aditya

Pemilik sapi biasanya memiliki tukang jagal sendiri yang sekaligus mengangkut daging, namun pihak RPH juga menyediakan tukang sembelih sapi.

Hingga saat ini untuk yang menggunakan RPH terdapat 6 penjagal,  rata rata pemotongan adalah satu ekor per hari.

Jumlah ini meningkat ketika di saat tertentu, seperti saat Maulid Nabi, Isra Mikraj atau saat Ramadhan dan Iduladha.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Norzain A Yani, mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dan penyuluhan kepada para penjagal yang masih belum melakukan pemotongan sapi di RPH.

“Kami berharap mereka bisa berpartisipasi dalam pemanfaatan RPH dan menambah pendapatan daerah,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved