Berita Banjarbaru

Cegah Virus Corana, Siswa Dibiasakan Cuci Tangan, Tiap Kelas di Smada Banjarbaru Ada Wastafel

Sebelum masuk kelas, para siswa di SMAN 2 Banjarbaru melakukan cuci tangan. Setiap kelas, di sekolah ini juga ada wastafe atau tempat khusus untuk men

Banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Siswa cuci tangan dan tiap kelas di Smada Banjarbaru ada wastafel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU-Sebelum masuk kelas, para siswa di SMAN 2 Banjarbaru melakukan cuci tangan. Setiap kelas, di sekolah ini juga ada wastafe atau tempat khusus untuk mencuci tangan.

Sebelum kasus virus covid-19 merebak di Indonesia, sekolah ini memang sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat kepada para siswanya.

Di depan kelas, sudah disediakan wastafel yang digunakan untuk para siswa untuk cuci tangan. Selain itu juga disediakan sabun cuci tangan.

Sehingga, setelah adanya kasus ini, para siswa sudah terbiasa untuk menjalani pola hidup sehat.

Wuhan Bisa Sembuh dari Virus Corona, Tapi Italia Kok Makin Parah, Angka Kematian Tertinggi di Dunia

Polisi Wuhan Mengaku Salah Hukum Dr Li Terkait Corona, Warga China: Permintaan Maaf Sudah Terlambat

Bukan Lagi dari Wuhan, Kota Beijing China Diguncang Kasus Virus Corona dari Luar Negeri

Doa-doa Lengkap dengan Artinya Menangkal Virus Corona, MUI Imbau Baca Doa Ini Usai Salat Fardhu

Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa mengatakan pola hidup sehat dan bersih sudah diterapkan di sekolahnya.

"Kegiatan belajar kami masih berlangsung dan upaya pencegahan virus corona di SMAN 2 Banjarbaru juga sudah kita dilakukan," katanya, kemarin.

Setiap siswa sudah diintruksi untuk cuci tangan sebelum masuk ke kelas. Untuk kebiasaanya ini, dikatakannya sudah dilakukan sebelum kasus virus corana ini merebak. Pihaknya juga sudah penyediaan hand sanitizer di masing-masing ruang kelas.

“Sesuai arahan pak Gubernur Sahbirin Noor, kita telah melakukan langkah-langkah sosialisasi kepada guru dan pelajar. Intinya, Corona tidak perlu ditakuti berlebihan. Harus bijak menyingkapi permasalahan tersebut,” katanya.

Pihaknya juga memang masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Selatan, terkait menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

"Kamis sudah siap jika keputusan tersebut telah dikeluarkan , dengan menerapkan sistem pembelajaran online. Pola pembelajaran ini juga akan melibatkan orang tua siswa," katanya.

Sekadar diketahui di SMAN 2 Banjarbaru ada 30 kelas dengan jumlah siswa 948 siswa. Setiap kelas ada wastafel yang sudah ada sebelum kasus Corona merebak (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved