Berita Tanahlaut

Harga Arang Dipermainkan Pembeli Luar Negeri, Begini Keluhan Pengrajin Arang Alaban di  Takisung

Harga Arang Sering Dipermainkan Pembeli Luar Negeri, Begini Keluhan Pengrajin Arang Alaban di  Takisung

banjarmasinpost.co.id/milna sari
Tungku pengolahan arang alaban di Desa Ranggang Kecamatan Takisung, Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Arang tak satu harga. Begitulah keluhan petani arang alaban di Desa Ranggang Kecamatan Takisung Kabupaten Tanahlaut Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagai daerah penghasil arang terbesar di Kalsel terangnya disayangkan hingga kini harga arang masih dipermainkan oleh pembeli yang datang dari luar negeri misalnya India, Yordania, Mesir hingga Cina dan Korea.

"Mereka datang ke tungku-tungku arang warga dan mencari harga arang termurah, di sana mereka beli," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (20/3/2020).

Padahal arang dari Ranggang akan diekspor ke negara timur tengah dan beberapa negara di Asia.

"Apa tidak ada batas terendah harga arang bagi pengrajin seperti kami," ujarnya.

Perilaku Aneh BCL & Noah Sinclair Saat Ziarah Diungkap Ibunda Ashraf Sinclair, Rindu?

Atta Halilintar Disentil Sunan Kalijaga, saat Youtuber itu Unggah soal Sumbangan Melawan Corona

Akhirnya Spekulasi Virus Corona dari Wuhan Rekayasa Genetika Terjawab, Peneliti Beberkan Ini

Mengapa Tak Ada Kasus Virus Corona Lokal Baru di China? Ini Rahasia Mereka Menekan Wabah Covid-19

Sebagai komoditas ekspor sebutnya juga disayangkan tak ada peran pemerintah untuk mendukung industri warga. Saat dolar turun harga arang sebutnya juga ikut turun, namun saat rupiah naik harga arang tak terpengaruh sama sekali.

"Saya aneh juga sampai ada orang dari India, Lebanon, Mesir yang datang ke tungku arang warga untuk membeli arang secara rutin," ujarnya.

Harga arang kini ujar Husai berbeda-beda setiap petani. Saat ini ia menjual sekitar Rp 4 juta per ton di pelabuhan.

"Kalau bisa ada kestabilan harga arang ini, jangan sampai harga arang justru diatur sendiri oleh buyer, sementara kebutuhan arang untuk luar negeri besar, seberapapun tersedianya pasti dibeli," tambahnya.

Sementara Kades Ranggang, Ismail mengatakan Desa Rangang memang dikenal menjadi sentra arang di Kabupaten Tanahlaut sejak puluhan tahun lalu. Bahkan jumlah tungku arang di Desa Ranggang tak kurang dari 800 tungku. Selain itu 80 persen warga adalah petani arang.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved