Berita Kabupaten Banjar

Tiga Bulan Pengaduan Daring Diterapkan Kejari Banjar, Begini Perkembangannya

Tiga Bulan Pengaduan Daring Diterapkan Kejari Banjar, Begini Perkembangannya

banjarmasinpost.co.id/roy
Kasi Pidsus Kejari Banjar Tri Taruna Fariadi (tengah) bersama Kasi Pengelolaan Barbuk dan Barang Rampasan Andi Akbar Subari (kanan) bersama admin merespons chat dari publik pada aplikasi Simandau, beberapa hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak pengujung 2019 lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar melalui Seksi Pidana Khusus (Pidsus) membikin aplikasi daring (online) pengaduan kasus korupsi.

Aplikasi yang bisa diunggah secara mudah di playstore tersebut dinamai Simandau (Sistem Informasi Manajemen Pengaduan Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar).

Publik menjadi gampang menyampaikan informasi dan bahkan melaporkan kasus tipikor.

Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, namun mulai ada sejumlah laporan dugaan korupsi yang masuk.

"Yang terbaru ini ada lima laporan yang masuk pada kami," sebut Kepala Seksi Pidsus Kejari Banjar Tri Taruna Fariadi, Jumat (20/3/2020).

Mengapa Tak Ada Kasus Virus Corona Lokal Baru di China? Ternyata Ini Rahasia Mereka Menekan Covid-19

Gubernur Kalteng: Dua Pasien PDP Kalteng Positif Covid-19, Status Ditingkatkan Tanggap Darurat

Ucapan Raffi Ahmad Bikin Syahnaz Tersinggung, Terjadi Saat Suami Nagita Slavina Gendong Zayn

Dari lima laporan tersebut, jelasnya, ada dua yang saat ini sedang ditelaah.

"Hasil penelaahannya seperti apa, nanti akan kami sampaikan juga melalui Simandau," jelas Tri.

Penelaahan mutlak dilakukan guna mengetahui apakah dasar laporan tersebut kuat.

"Apakah benar adanya, apakah benar faktanya. Karena, belum tentu semua laporan itu benar adanya," tandasnya.

Sebagai penegak hukum pihaknya selalu profesional, merespons semua pengaduan agar pelapor mendapatkan rasa keadilan.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved