Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan

Banyak Jenis Kayu Khas Tropis di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut

Lahan rawa dan sebagian daratan di sekitar pesisir pantai Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel)

Banyak Jenis Kayu Khas Tropis di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Kawasan hutan galam perawan di lingkungan PT JBG menyajikan panorama alam yang eksotis, wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lahan rawa dan sebagian daratan di sekitar pesisir pantai Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), di lingkungan perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG) ini tak cuma menjadi habitat galam (melaleuca cojuputi).

Lebih dari itu, di kawasan hutan galam perawan tersebut, juga banyak ditumbuhi beragam jenis tumbuhan hutan tropis lainnya.

Setidaknya yang telah terderteksi mencapai belasan jenis, baik tumbuhan kayu keras besar maupun kecil.

Merujuk informasi jenis tumbuhan di kawasan setempat yang terpampang di papan informasi di gazebo di Natural Galam Track di lingkungan perkantoran PT JBG, jumlahnya sebanyak 18 jenis selain galam.

Melihat Genangan Air di Halaman Ruko, Iin Mengira Kran Air Bocor Ternyata ini yang Hilang

Pengakuan Cita Citata Ditawari Mobil Harga Rp 5 Miliar untuk Lakukan Ini, Respon Kekasih Roy Geurts?

Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut

Seorang Lelaki Terjun ke Sungai di Kabupaten Tanahbumbu Saat Dikejar Sejumlah Orang Bersenjata Api

Warga Hapalah Kabupaten Tabalong Gotong Royong Bangun Siring dari Kayu Galam

Mayoritas, merupakan jenis tumbuhan kayu keras.

Jenisnya meliputi Laban (citex pinnata), Bangkal (naucica subdita/korth), Pelawan Merah (tritanlopsis merguensis griff), Belangeran (shorrea belangeran), Waru Laut (hibiscus tivaceus), Cemara Laut (casuarina equissatifalla), Kayu Putih (melalueca leucadendron), dan Ketapang (terminalia catappa).

Lalu, Pulai (aistonia spularis), Nipah (nypa fruticans), Karamunting (melastoma sp), Kayu Kuku (periscopis mooniana), Jambu-jambuan (eugenia sp), Nyamplung (calophyllum inophyllum), Akasia (acacia mangium), Mangga (mangifera indika), Rotan Sempurut (calameae), dan Macaranga (macaranga sp).

Tumbuhan khas hutan tropis itu sebagian besar tumbuh subur secara alami di area daratan bercampur dengan kayu galam. Sedangkan di area lawan rawa setempat di kawasan tersebut hanya ditumbuhi kayu galam.

"Jadi, hutan galam perawan di tempat kami ini juga bisa disebut sebagai kawasan konservasi tumbuhan hutan tropis," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang (KTT) PT JBG Ir I Gde Widiade didampingi staf eksternal Idhar, Sabtu (21/3/2020). (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved