Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan

Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut Luasannya Mencapai Puluhan Hektare

Tak cuma masih 'perawan' lantaran benar-benar terjaga kermurniannya, lebih dari itu, hamparan hutan galam virgin yang berada di lingkungan perkantoran

Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut Luasannya Mencapai Puluhan Hektare
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Kayu galam di habitat perawan di lingkungan tambang PT JBG yang tumbuh rapat karena tak pernah terjamah, di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tak cuma masih 'perawan' lantaran benar-benar terjaga kermurniannya, lebih dari itu, hamparan hutan galam virgin yang berada di lingkungan perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG) juga lumayan luas.

Kawasan hutan ini, berada di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hutan galam perawan itu berada di Area Penggunaan Lain (APL) perusahaan tambang batu bara tersebut.

Total luasan APL perusahaan penanaman modal asing (PMA) dari Thailand ini mencapai 135 hektare.

"Sekitar setengah dari total luasan APL itu atau sekitar 50 hektare adalah hutan galam perawan," beber Mine Head sekaligus Kepala Teknis Tambang (KTT) PT JBG, Ir I Gde Widiade, didampingi Bagian External, Idhar, Sabtu (21/3/2020).

Namun keberadaan hutan galam perawan itu tak berada pada satu hanparan, tapi tersebar di empat lokasi.

Pengakuan Cita Citata Ditawari Mobil Harga Rp 5 Miliar untuk Lakukan Ini, Respon Kekasih Roy Geurts?

Total 40 Meteran Air Milik Pelanggan PDAM di Banjarmasin Telah Hilang, Diduga Diambil Pencuri

VIDEO Status Kalsel Kini Naik Menjadi Tanggap Darurat, Warga Provinsi Discreening di Perbatasan

Perjalanan Dinas Diperbolehkan dalam Kondisi ini, Setelah Pulang, ASN Pemkab Tala Harus Lapor

Hutan Galam Perawan Swarangan Cuma Setengah Jam dari Kota Pelaihari

Pantai Batakan Baru Dibersihkan, Siap-siap Jadi Objek Wisata Pantai Baru Tanahlaut

"Namun lokasinya tak terlalu jauh juga. Terluas yang berada dekat pantai atau dekat kafetaria kami, yakni 15 hektare. Lalu di tiga tempat lainnya luasannya masing-masing sekitar sepuluh hektare,” rincinya.

Gde menuturkan, pihaknya memang sengaja menjaga kealamian hutan galam tersebut.

Hal itu sebagai wujud nyata JBG turut serta membantu pemerintah melestarikan kayu khas hutan tropis Kalimantan Selatan (Kalsel).

Apalagi,sebut Gde, kayu galam banyak dimanfaatkan warga lokal, bangun rumah atau kandang ternak, kayu bakar, penguat (otot) fondasi bangunan dan bahkan juga kerap digunakan untuk tiang umbul-umbul atau bendera.

Serapan penggunaan kayu galam juga cukup tinggi.

Karena itu, hutan galam yang ada di Banua ini pun terus menyusut.

Bahkan saat ini, mulai sulit mencari galam yang berdiamater hingga belasan setimeter dengan panjang delapan meter lebih, apalagi yang lurus.

"Kami menyadari hal tersebut, Itulah mengapa kami menjaga dan mengamankan habitat kayu galam yang ada di lingkungan tambang kami di Swarangan ini," tandas Gde.
(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved