Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan

Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut

Keberadaan hutan galam perawan di sekitar pesisir pantai di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel),

Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Tegakan populasi galam di lingkungan perkantoran PT JBG tumbuh rapat dan tinggi, sehingga rindang dan sejuk, di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (21/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan hutan galam perawan di sekitar pesisir pantai di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menarik perhatian sejumlah kalangan.

Terutama dari kalangan akademisi.

Mereka penasaran dan tertarik untuk melihat dari dekat.

Maklum, meski galam bukan kayu hutan yang bernilai ekonomis tinggi, namun kayu khas hutan tropis di Pulau Kalimantan ini makin sulit didapatkan.

Apalagi, yang berdiameter belasan sentimeter dengan panjang lebih dari delapan meter dan lurus.
Karena itu, sejumlah akademisi dan mahasiswa pernah datang ke hutan galam perawan yang terletak di sekitar perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG).

Di antaranya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Melihat Genangan Air di Halaman Ruko, Iin Mengira Kran Air Bocor Ternyata ini yang Hilang

Pengakuan Cita Citata Ditawari Mobil Harga Rp 5 Miliar untuk Lakukan Ini, Respon Kekasih Roy Geurts?

Seorang Lelaki Terjun ke Sungai di Kabupaten Tanahbumbu Saat Dikejar Sejumlah Orang Bersenjata Api

Warga Hapalah Kabupaten Tabalong Gotong Royong Bangun Siring dari Kayu Galam

VIDEO Pilih Spot Foto di Taman Rantau Baru Kabupaten Tapin, Begini Alasan Karyawati Toko Pakaian

Ini Langkah Keuskupan Banjarmasin kepada Umat Katolik untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Mereka kemudian melakukan kerja sama dengan manajemen perusahaan penanaman modal asing (PMA) dari Thailand tersebut.

Data pada perusahaan tambang batu bara ini, kerja sama dilakukan sekitar sembilan tahun lalu atau pada 2011.

Kerja samanya berupa penelitian dan pembiakkan kayu galam.

Sebagian ditanam di lahan rawa dan sebagian di daratan.

Polanya, yakni stek batang anakan galam berdiameter sekitar 1 sentimeter hingga 1,5 sentimeter sepanjang sekitar 1 meter.

"Namun kemarin itu belum berhasil. Memang ada yang sempat tumbuh. tapi kemudian layu dan mati," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang (KTT) PT JBG, Ir I Gde Widiade, didampingi staf eksternal Idhar, Sabtu (21/3/2020). (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved