Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan

Hutan Galam Swarangan Akan Jadi Warisan Terindah untuk Generasi di Kalsel, Akar Bajakah Pun Ada

Luar biasa. Inilah ungkapan yang kerap terdengar dari orang-orang yang pernah berkunjung ke hutan galam perawan

Hutan Galam Swarangan Akan Jadi Warisan Terindah untuk Generasi di Kalsel, Akar Bajakah Pun Ada
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Inilah habitat kayu galam yang masih perawan yang berada di lingkungan PT JBT, wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Luar biasa. Inilah ungkapan yang kerap terdengar dari orang-orang yang pernah berkunjung ke hutan galam perawan di lingkungan perkantoran PT Jorong Barutama Greston (JBG) di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
asalnya kemurnian habitat hutan galam tersebut memang benar-benar terjaga.

Itu sebabnya, tegakan kayu galam (melaleuca cojuputi) setempat sangat rapat.

Diameternya mencapai belasan sentimeter dengan ketinggian 8 meter lebih, bahkan ada yang mencapai belasan meter. Seluruhnya tumbuh tegak lurus.

Area batang bawah juga dipenuhi akar serabut kecokelatan yang menjadi salah satu ciri kealamian hutan galam tersebut.

Dipercaya Mujarab Sembuhkan Corona, Harga Obat Covid-19 di Toko Online Langsung Melambung

LINK Pengumuman Hasil Tes SKD 521 Instansi, Cek sscn.bkn.go.id & Kisi-kisi Materi Tes SKB dari BKN

Banyak Jenis Kayu Khas Tropis di Hutan Galam Swarangan Kabupaten Tanahlaut

Seorang Lelaki Terjun ke Sungai di Kabupaten Tanahbumbu Saat Dikejar Sejumlah Orang Bersenjata Api


Saking rapatnya jarak tegakannya, bahkan sebagiannya roboh ketika terpukul oleh embusan angin kencang.

Begitu langkah kaki mulai menapaki track atau titian jembatan panjang di hutan galam perawan tersebut, nuansa beda langsung terasa.

Telinga seketika tersuguhi suara-suara satwa hutan, kicauan burung, jangkrik, dan lainnya.

Udara juga sejuk dan tentunya nyamuk hutan menghampiri.

Di area daratan, banyak akar menjalar yang bergelantungan dari pohon ke pohon.

Apalagi, banyak juga kayu keras berukuran besar berdiameter puluhan sentimeter dan bahkan lebih.

Melihat akar-akaran yang bergelantungan itu, mungkin akan teringat film Tarzan yang piawai 'terbang' dari pohon ke pohon melalui akar panjang tersebut.

Inilah akar-akaran yang disebut sebagai Bajakah yang berada di area daratan di kawasan hutan galam di lingkungan kantor PT JBG di Swarangan, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020).
Inilah akar-akaran yang disebut sebagai Bajakah yang berada di area daratan di kawasan hutan galam di lingkungan kantor PT JBG di Swarangan, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY)

Ternyata, akar bergelantungan di kawasan hutan galam di JBG tersebut bukan akar biasa.

"Itu akar Bajakah yang kemarin sempat viral karen khasiatnya yang ampuh. Memang yang ada di sini dari jenis yang beda, tapi khasiatnya sama, yakni bisa mengatasi beberapa penyakit termasuk kanker," tutur seorang sekurity PJ JBG yang menjadi guiding Banjarmasinpost,co.id menjelajahi hutan galam setempat, Sabtu (21/3/2020).

Pantauan di lokasi, kawasan hutan galam perawan yang berada di sekitar perkantoran PT JBG tersebut berada pada dua jenis lahan, yakni di lahan rawa dan daratan.

Lahan rawa ditumbuhi galam dengan tegakan pohon yang sangat rapat (berdempetan).

Melihat Genangan Air di Halaman Ruko, Iin Mengira Kran Air Bocor Ternyata ini yang Hilang

Warga Hapalah Kabupaten Tabalong Gotong Royong Bangun Siring dari Kayu Galam

VIDEO Pilih Spot Foto di Taman Rantau Baru Kabupaten Tapin, Begini Alasan Karyawati Toko Pakaian

Ini Langkah Keuskupan Banjarmasin kepada Umat Katolik untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sedangkan lahan daratan campuran antara galam dan sejumlah jenis tumbuhan hutan tropis lainnya.

Beragam jenis pepohonan yang berada di kawasan hutan galam tersebut sebagian dilengkapi kertas tebal berukuran kecil berisi informasi nama jenis kayu disertai nama latinnya.

Merujuk data yang terpampang di papan informasi di gazebo di kawasan hutan setempat, setidaknya telah terdeteksi 19 jenis kayu hutan tropis.

Kesembilan belas jenis kayu tersebut yakni Galam (melaleuca cojuputi), Laban (citex pinnata), Bangkal (naucica subdita/korth), Pelawan Merah (tritanlopsis merguensis griff), Belangeran (shorrea belangeran), Waru Laut (hibiscus tivaceus), Cemara Laut (casuarina equissatifalla).

Kemdian, Kayu Putih (melalueca leucadendron), Ketapang (terminalia catappa), Pulai (aistonia spularis), Nipah (nypa fruticans), Karamunting (melastoma sp), Kayu Kuku (periscopis mooniana), Jambu-jambuan (eugenia sp), Nyamplung (calophyllum inophyllum), Akasia (acacia mangium), Mangga (mangifera indika), Rotan Sempurut (calameae), dan Macaranga (macaranga sp).

Semuanya tumbuh subur secara alami.

Pengunjung yang datang dapat melihat dari dekat hingga di 'jantung' hutan setempat karena tersedia track berupa titian kayu berlapis karet tebal yang sangat nyaman ditapaki dan persis membelah bagian tengah hutan galam perawan itu.

Titian panjang berlapis karet tebal di Natural Galam Track di Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020).
Titian panjang berlapis karet tebal di Natural Galam Track di Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (21/3/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY)

Manajemen JBG benar-benar menjaganya karena kelak hutan galam perawan tersebut diyakini bakal menjadi heritage atau warisan berharga bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

"Saya rasa saat ini sudah tidak ada lagi hutan galam yang benar-benar masih alami, perawan, seperti yang ada di sini," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang PT JBG, Ir I Gde Widiade.

Karena itu pihaknya terus melakukan proteksi terhadap keberadaan hutan galam yang total luasannya sekitar 50 hektare tersebut.

Selain pemantauan dilakukan secara berkala, kemurnian juga dijaga yakni membiarkan semua jenis kayu yang ada tumbuhkembang secara alami.

Raffi Ahmad Tegur Nagita Slavina Saat Panic Buying ketika Virus Corona (Covid-19) Mewabah

VIDEO DPD Partai Golkar Kalsel Gelar Rapimda, Persiapkan Musda di Kalsel 2020

Kadinkes Tanbu Bantah Pernyataan Anggota Dewan, Tak Sentuh Tempat Umum untuk Pencegahan Virus Corona

Polres Hulu Sungai Tengah Beri Dispensasi kepada Warga yang Mengurus Perpanjangan Masa Berlaku SIM

Konservasi Flora Fauna Tropis

KAWASAN hutan galam perawan di JBG tak sekadar menjadi habitat kayu galam.

Tapi, sekaligus menjadi area konservasi beragam jenis tumbuhan hutan tropis, termasuk fauna (satwa) yang ada di dalamnya.

Satwa yang ada di hutan galam setempat antara lain lebah, ular, kelelawar, dan lainnya.

"Kami memang berkeinginan menjadikan hutan galam di sini sebagai kawasan konservasi flora fauna hutan tropis," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang PT JBG, Ir I Gde Widiade.

Selain itu, lanjutnya, juga menjadi pusat riset flora fauna hutan tropis bagi kalangan akademisi maupun pihak lain yang konsen terhadap pelestarian plasma nutfah.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved