Breaking News:

Wabah Virus Corona

Salah Besar Kalau Stok Klorokuin! Pakar Farmakologi Sebut Efek Sampingnya Sangat Berbahaya

Salah Besar Kalau Stok Klorokuin! Ternyata Efek Sampingnya Sangat Berbahaya Bagi Manusia

antara/aditya pradana putra
Petugas memegang obat Chloroquine yang akan diserahkan Kementerian BUMN kepada RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, Sabtu (21/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketakutan akan virus corona terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sudah banyak yang terfeksi virus mematikan ini.

Saat ini hampir sebagian besar orang Indonesia lagi berburu obat virus corona.

Apalagi sejak pemerintah mengumumkan klorokuin ampuh untuk pasien virus corona atau Covid-19 dan akan mempersiapkan 3 juta butir.

Akibatnya, banyak masyarakat yang latah memburu klorokuin di apotek dan secara online.

Mereka beranggapan bahwa meminum klorokuin bisa mencegah infeksi virus corona. Padahal, ini salah besar.

Catat! BCA Hanya Beroperasi hingga Pukul 14.00 Saja Terkait Makin Merebaknya Wabah Virus Corona

Lebih Parah dari Wuhan, Tentara Italia Bawa 3.405 Mayat ke Kuburan Luar Kota, Tak Dihadiri Keluarga

Diancam Mau Dipukuli Anggota DPRD TTS, Pastor Romo Jhon Ketakutan dan Laporkan Kasusnya ke Polisi

Masker dan Hand Sanitizer Langka di Kalteng, RS Doris Sylvanus Palangkaraya Tiadakan Jam Besuk

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, telah menegaskan bahwa klorokuin bukanlah obat untuk mencegah infeksi virus corona, sehingga masyarakat tidak perlu membeli dan menyimpan klorokuin sendiri.

Terkait hal ini, Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Nafrialdi, PhD, SpPD, juga angkat bicara.

Diwawancarai oleh Kompas.com via telepon pada Minggu (22/3/2020); dia berkata bahwa masyarakat salah besar bila membeli dan menggunakan klorokuin sendiri tanpa resep dokter sebagai pencegahan virus corona.

Pasalnya, klorokuin tidak mencegah virus corona. Sebagai terapi untuk pasien Covid-19 sekalipun, obat ini juga bukan lini utama, melainkan hanya tambahan di atas terapi standar untuk pasien positif Covid-19 yang bergejala berat.

Dokter Nafrialdi berkata bahwa obat klorokuin sebetulnya adalah obat antimalaria yang juga diresepkan untuk penderita lupus dan rheumatodi arthritis atau radang sendi.

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved