Ekonomi dan Bisnis

Dampak Virus Corona, Pengusaha Laundry Kebanjiran Cucian Karpet, Peningkatan Capai 50 Persen

Merasakan Nikmatnya Corona, Pengusaha Laundry Kebanjiran Cucian Karpet, Peningkatan Capai 50 Persen

Dampak Virus Corona, Pengusaha Laundry Kebanjiran Cucian Karpet, Peningkatan Capai 50 Persen
KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH
Fasilitas layanan laundry di Nomad Hostel Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018). Usaha ini mengalami meningkatan signifikan karena merebaknya virus corona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jumlah kasus Virus Corona di 17 provinsi menjadi 450 pasien positif, 392 orang dalam perawatan, 20 sembuh dan 38 meninggal.

Hal itu membawa kekhawatiran warga akan penyebaran wabah covid-19 di rumah mereka.

Untuk menangkat penyebaran virus mematikan itu banyak orang melakukan sterilisasi di rumah. Salah satunya mencuci karpet yang dianggap bisa jadi tempat menempel virus.

Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), Apik Primadya, mengatakan sejak merebaknya virus corona membuat peningkatan signifikan pada penggunaan jasa binatu, khususnya untuk karpet rumah.

"Kalau di teman-teman usaha laundry yang tergabung di asosiasi, rata-rata mengalami kenaikan. Kita lihat kenaikannya ada yang 20 persen sampai 50 persen. Terutama paling banyak karpet," kata Apik kepada Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Tak Selamanya Bawa Bencana, Virus Corona Ternyata Bawa Rezeki Nomplok Bagi Driver Ojol Gojek

Menhub Budi Karya Positif Corona, Bawahannya Mulai Berjatuhan, Salah Satunya Sosok di Dishub Jatim

LINK Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS di BKD Tanahbumbu, Untung: Diumumkan Hari Ini

Direngut Covid-19, Raditya Dika Merasakan Pedihnya Kehilangan Teman yang Meninggal karena Corona

Menurut dia, deterjen dan proses pemanasan selama pengeringan laundry jadi alasan banyak orang menggunakan jasa laundry untuk membersihkan karpet di tengah kekhawatiran infeksi virus corona.

"Karena pelanggan tahu kalau proses laundry bisa mematikan kuman dan virus lewat high consentrate pada deterjen. Kemudian setelah pencucian ada pengeringan di suhu 70 derajat, dan proses sertrika uap yang panasnya 80 derajat. Otomatis semua proses ini mematikan virus," jelas Apik.

Pemilik usaha Apique Laundry ini berujar, tak semua pengusaha laundry yang tergabung di asosiasi menikmati kenaikan pemesanan.

"Kalau di rumah-rumah atau pemukiman memang naik tinggi. Tapi banyak juga laundry yang malah merosot setelah corona. Terutama yang lokasinya dekat dengan perkantoran dan kampus-kampus," ungkap dia.

Kendati demikian, sebagai konsekuensi akibat penyebaran virus corona, pengusaha laundry juga terpaksa melakukan pengetatan, terutama di penerimaan cucian.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved