Berita Tabalong

Simak, Tujuh Kebijakan Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Mengenai Penanganan Virus Corona

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), memberlakukan beberapa kebijakan untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Persiapan Kecamatan Jaro untuk membangun pos screening yang berbatasan dengan Kaltim 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel),  memberlakukan beberapa kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal ini disampaikan Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, kepada awak media, Senin (23/3/2020).

Pertama, terhitung sejak Selasa (24/03/2020), kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Tabalong dilaksanakan di rumah masing masing hingga Senin (06/03/2020).

Kepala sekolah dan guru tetap masuk sekolah dengan waspada, untuk memastikan anak didik belajar di  rumah.

Orangtua juga diminta untuk mengawasi anak anaknya, dan tetap mendampingi belajar anaknya.

Kedua, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada tiga tingkat dari pimpinan, masih masuk seperti biasa.

Seramnya Wajah Ashanty Saat Isolasi Diri Disinggung Anang, Ayah Aurel Lakukan Ini Cegah Virus Corona

Video TikTok Nia Ramadhani Seolah Tanpa Celana Bikin Heboh, Lihat Penampilan Istri Ardi Bakrie Itu

VIDEO Pedagang Makanan Di Martapura Galau, Terimbas PNS Mulai Libur

Update Covid-19 di Kalsel: Tim Gugus Tugas Telusuri Terus Kontak Pasien Positif Corona

VIDEO Klinik Hewan Martapura Tetap Buka Selama Pandemi Corona, Tapi Jam Layanan Diperpendek

Pelajar SD dan SMP Kota Banjarbaru Mulai Belajar di Rumah

Sedangkan untuk staff di bawahnya yang berusia di atas 50 tahun, boleh bekerja dari rumah, sedangkan ASN yang dibawah 50 tahun tetap masuk seperti biasa.

“Memang ada surat edaran dari BKN untuk seluruh ASN bisa bekerja dari rumah, namun kita lakukan secara bertahap,” ujar Bupati.

Sebagai ASN yang tetap bekerja tetap waspada dengan melakukan tindakan pencegahan secara mandiri. Untuk kebijakan ini juga diberlakukan sampai 6 April 2020, dan selanjutnya Pemerintah Daerah tetap akan mengevaluasi apakah akan diperpanjang sesuai dengan kondisi terakhir.

Ketiga, melakukan screening test di empat tempat, Kecamatan Pugaan, kemudian di Desa Lano Kecamatan Jaro, kemudian di Desa Pasar Panas  dan di Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved