Berita Kalteng

VIDEO Akses Darat ke Seberang Sungai Mentaya Terbuka, Biaya Angkut Material Bangunan Jadi Murah

Akses Darat ke Seberang Sungai Mentaya Terbuka, Biaya Angkut Material Bangunan Jadi Murah

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Perekonomian masyarakat di dua Kecamatan yakni Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut yang memiliki 20 desa sejak tiga tahun ini mulai tumbuh dan berkembang dengan baik setelah Pemerintah Kotim membangun Jembatan Cempaka Mulya di Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur.

Perekonomian masyarakat yang dulunya tidak berkembang, karena belum ada akses jalan darat yang tembus ke seberang Sungai Mentaya, kini mulai hidup. Meski yang hanya disejumlah desa di Kawasan Terantang, sekitar Cempaka Mulya.

Namun, kedepannya perekonomian masyarakat ini akan terus
menggeliat seiring terhubungnya jalur darat lewat Jembatan Desa Cempaka Mulya Kecamatan Cempaga, yang tahun 2020 ini rencananya akan diteruskan hingga ke Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, hingga ke Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Saat ini saat ada jembatan dan jalan pengerasan, sudah banyak truk dan mobil yang masuk ke Desa Terantang, ekonomi masyarakat berkembang, bahkan bahan bangunan pun kini mudah dan murah untuk mencapai ke Desa Terantang yang ada di seberang Sungai Mentaya.

Tanggap Darurat Corona, Kubah Guru Sekumpul dan Musala Ar Raudah Ditutup, Peziarah Balik Kanan

Sudah Jangkiti 378.287 Orang, Sumber Asli Virus Corona Bukan dari Wuhan China? Peneliti Ungkap Fakta

Jumlah Donasi Raffi Ahmad & Nagita Slavina demi Tangani Virus Corona Bocor, Kakak Syahnaz Sebut Ini

Akhirnya Foto Bareng Laudya Cynthia Bella & Engku Emran Muncul Saat Malaysia Lockdown Virus Corona

"Dulu , kami beli satu rit pasir diangkut dari Sampit pakai kelotok atau kapal ke seberang Rp1,5 juta biayanya, mahal, karena tidak tembus jalan darat. Namun saat ini cuma Rp400 ribu saja, setelah jembatan penghubung dibangun," ujarnya, Rusman Amrullah salah satu warga Terantang, Selasa (24/3/2020).

Anggota Komisi I DPRD Kotim, H Abdul Kadir, mengakui perkembangan Desa Mentaya Seberang saat ini terus berkembang.

"Sangat baik Terantang saat ini, setelah tembus jalan darat. Warga mulai bangun rumah beton, karena akses angkutan bahan material mudah," ujarnya.

Camat, Kapolsek dan Danramil Batulicin Sisir dan Tutup THM, Pengunjung Pun Dicek Suhu Tubuh

Korban Covid-19 di Amerika Serikat Berjatuhan, Sehari 29 Orang Meninggal, Total Jadi 582 Jiwa

Fatwa MUI Soal Penanganan Jenazah Korban Virus Corona Diminta Dikeluarkan, Ini Kata Maruf Amin

Bukan hanya itu, penjualan rotan yang selama ini di geluti banyak warga Terantang dan desa lainnya pun yang ada di seberang Sungai Mentaya tumbuh.

"Angkutan hasil hutan maupun kebun rotan mudah dibawa lewat darat, langsung dipasarkan lewat Banjarmasin, warga kami semakin mudah menjual hasil kebunnya karena jalan darat tembus," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

--

  • Berita Terkait :#Berita Kalteng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved