Desa Cabai Terpedas di Kalsel

Cabai Hiyung Tapin Jadi Objek Studi Banding dan Penelitian Mahasiswa

Lahan di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), merupakan lahan rawa gambut. Sekitar awal April 2020

Cabai Hiyung Tapin Jadi Objek Studi Banding dan Penelitian Mahasiswa
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Inilah persemaian bibit pohon cabai rawit hiyung 17 kali pedasnya dari cabai rawit biasa, di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalsel, Selasa (24/3/2020) . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Lahan di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah,  Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel),  merupakan lahan rawa gambut.

Sekitar awal April 2020 ini akan melakukan tanam cabai perdana.

Mama Bainah adalah satu petani cabai rawit di Desa Hiyung mengaku menunggu masa tanam, membuat bibit pohon cabai.

Menurutnya, Selasa (24/3/2020), bibit pohon cabai yang disemai, kemudian dibesarkan dalam polibagm kerap dikunjungi para mahasiswa.

Masa Puncak & Berakhirnya Virus Corona Terungkap, Ini Kata Peneliti ITB & Ustadz Abdul Somad

Ahmad Dhani Terdampak Virus Corona (Covid-19), Suami Mulan Jameela Posting Lockdown di Sosmednya

Sekda Banjarbaru Sambut Santri Datang dari Malang, Langsung Dilakukan Pemeriksaan Kesehatan

Batasi Layanan Operasional, Perbankan Imbau Nasabah Bertransaksi Via M-Banking dan ATM

VIDEO Penumpang Pesawat di Bandara H Asan Sampit Kotawaringin Timur Wajib Disemprot Disinfektan

Para mahasiswa itu belajar sekaligus objek penelitian budidaya tanaman cabai rawit terpedas tersebut. 

Dari usaha membuat bibit pohon cabai, mampu untuk mencukupi biasa dapur. Itu karena bibit itu sering dibeli pengunjung.

Satu bibit pohon cabai dihargai Rp 3.000, dikalikan 1.000 bibit yang terjual dalam sekali transaksi.

Mama Bainah berhasil membiayai dua anaknya yang kuliah dan belajar di pesantren dari tanaman cabai rawit terpedas.

Dana penjual bibit pohon cabai sebagian untuk biaya menanam cabai di lahan milik seluas satu hektare.

"Ada 113 hektare lahan tanam cabai di Desa Hiyung," tambah Junaidi, petani cabai hiyung desa setempat,

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved