Breaking News:

Wabah Virus Corona

Jangan Berhenti Cuci Tangan Biar Jari Terasa Seperti Amplas? Begini Hand Sanitizer Lawan Covid-19

Walau tangan terasa seperti amplas jangan bosan mencuci tangan selama 20 detik setiap kali. Ingat jangan berhenti.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke kantor Tribun Pontianak, Rabu (18/3/2020). Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan deteksi dini bila terpapar virus corona (Covid-19). Suhu tubuh menjadi salah satu indikasi adanya penularan virus corona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Walau tangan terasa seperti amplas jangan bosan mencuci tangan selama 20 detik setiap kali. Ingat jangan berhenti.

Pasalnya, dunia mengandalkan Anda untuk membantu menghentikan penyebaran Covid-19, penyakit baru mematikan yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

Ingatlah bahwa ketika Anda sedang mencuci tangan, Anda juga membunuh sejumlah bakteri jahat lainnya.

Selain itu, juga virus yang berpotensi mematikan yang telah mengganggu manusia selama berabad-abad (termasuk influenza dan virus corona).

"Ada empat coronavirus yang beredar pada manusia secara teratur, hampir setiap tahun," kata ahli virus Dr John Williams, kepala divisi penyakit menular anak-anak di Rumah Sakit Anak di UPCMP Pittsburgh, dilansir dari CNN.

dr Tirta Sentil Atta Halilintar & Reza Arap Soal Donasi Saat Wabah Virus Corona: Jual 1 Mobilmu!

UPDATE Virus Corona Tembus 168 Negara, 18.612 Meninggal Namun yang Sembuh Capai 107.247 Pasien

Wuhan Lahirkan Covid-19, di Shaanxi China Lahir Virus Baru Hantavirus, Korbannya 1 Tewas dalam Bus

Akhirnya Ria Ricis Minta Maaf Soal Syuting Saat Wabah Virus Corona, Sempat Disentil Komut Garuda

"Mereka terutama menyebabkan pilek, pada kenyataannya, mereka menyebabkan sekitar sepertiga dari pilek biasa. Mereka tidak membunuh orang," tambahnya.

Bagaimana hal sederhana seperti sabun, air hangat, dan pembersih seperti hand sanitizer memiliki kekuatan sedemikian besar terhadap parasit-parasit ini?

Yang dilakukan sabun dan air hangat

Di bawah mikroskop, virus corona tampaknya tertutupi seperti menara runcing, memberi mereka penampilan memiliki mahkota atau "corona".

Di bawah mahkota adalah lapisan luar virus, yang terdiri dari lipid, atau apa yang disebut lemak.

Halaman
1234
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved