Berita Kabupaten Banjar

Kegiatan Belajar Mengajar di Ponpes Darussalam Martapura Diliburkan, Ini Penjelasan Khalilurrahman

kegiatan belajar mengajar di Ponpes Darussalam Martapura diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kegiatan Belajar Mengajar di Ponpes Darussalam Martapura Diliburkan, Ini Penjelasan Khalilurrahman
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Halaqah yang dihadiri Bupati Banjar H Khalilurrahman, Sekda Banjar HM Hilman, unsur Forkopimda, para habaib dan alim ulama ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menyikapi pencegahan penyebaran covid-19. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pengumuman resmi diinformasikan melalui akun instagram darussalam_1914 bahwa mulai hari ini Rabu (25/3) kegiatan belajar mengajar di Ponpes Darussalam Martapura diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menggelar Halaqah dalam rangka menyikapi wabah covid-19.

Halaqah yang dihadiri Bupati Banjar H Khalilurrahman, Sekda Banjar HM Hilman, unsur Forkopimda, para habaib dan alim ulama ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menyikapi pencegahan penyebaran covid-19.

Bupati Banjar H.Khalilurrahman mengatakan terkait penyebaran virus corona di Kabupaten Banjar sudah diketahui ada beberapa Orang Dalam Pengawasan (ODP) terutama orang-rang yang datang dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Banjar.

Tiba di Bandara Syamsudin Noor, Santri dari Malang Ada yang Batuk Pilek, Ini Penjelasan Gugus Tugas

dr Tirta Sentil Atta Halilintar & Reza Arap Soal Donasi Saat Wabah Virus Corona: Jual 1 Mobilmu!

Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan di Katingan Diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalteng

UPDATE Virus Corona Tembus 168 Negara, 18.612 Meninggal Namun yang Sembuh Capai 107.247 Pasien

BREAKING NEWS: TNI Siaga 24 Jam di Bandara Syamsudin Noor, Satgas Covid-19: Kami Tak Mau Kecolongan

Maka oleh sebab itu komentar-komentar di media social yang yang menyepelekan virus corona atau keyakinan lain hendaknya jangan dikeluarkan melalui komentar dan cukup disimpan dalam hati.

“Usaha dan ikhtiar memang harus dijalankannya sebagai upaya pencegahannya, bukan sebaliknya pasrah dengan keadaan, lebih baik jangan komentar dari pada membingungkan masyarakat” katanya pada acara yang digelar di Mahligai Sultan Adam Martapura.

Lebih jauh Guru Khalil mengimbau adanya status tanggap darurat larangan berkumpul orang banyak jangan coba-coba untuk menentangnya, karena ada sanksi hukuman bagi yang menentangnya. “Kepada para guru agama juga diharapkan untuk bisa bekerjasama untuk menyamakan persepsi dan pendapat tentang pencegahan corona,” tambahnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Martapura H Muhammad mengatakan tanggal 1 April 2020 mendatang adalah jadwal dimana para santri akan memulai ulangan. Namun pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat intern, apakah pelaksanaannya nanti akan ditunda.

Sementara itu, KH Khatim Salman yang menjadi narasumber dalam halaqah ini juga menekankan bahwa mencegah suatu penyakit lebih baik dari pada mengobati. Kepada aparat kepolisian dia berpesan agar bisa menyikapi dengan baik terkait masih banyak berkumpulnya warga dalam berbagai kesempatan, seperti kumpulan yasinan, maulid dan Burdah, karena musuh yang dihadapi saat ini tidak kelihatan meskipun pakai alat mikroskop sekalipun.

Adapun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar KH Fadlan Ansyari menyambut baik apa yang dilakukan oleh Pemkab Banjar saat ini sebagai upaya pencegahan dari mewabahnya covid-19. Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya sendiri sudah meliburkan majelis pribadinya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved