Berita Banjarmasin

MUI Banjarmasin Angkat Bicara Soal Isu Larangan Shalat Berjamaah, Kegiatan Massal yang Dihentikan

MUI Banjarmasin Angkat Bicara Soal Isu Larangan Shalat Berjamaah, Kegiatan Massal yang Dihentikan

banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Wakil Ketua MUI Kota Banjarmasin, Drs H Muhammad Natsir. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya desas-desus kebijakan pemerintah dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin melarang umat muslim shalat berjamaah di masjid dan mushala, membuat Drs H Muhammad Natsir pun angkat bicara.

Saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, baru tadi, pria yang akrab mengenakan peci itu mengatakan bahwa himbauan tersebut tidak benar.

Melainkan larangan justru menurutnya ditujukan pada pengadaan kegiatan massal atau mengundang banyak orang baik yang sifatnya digelar di masjid atau mushala.

"Iya termasuk pengajian-pengajian, Yasinan, atau pun acara Isra Miraj. Karena ini sifatnya mengumpulkan orang, jadi kami untuk tidak dilakukan dulu," jelasnya.

Hantavirus Dikabarkan Sudah Membunuh Warga China, Ini Dia Penyebab dan Sumber Penularannya

Beredar Kabar Pasar Tradisional di Banjarmasin Tutup Dampak Covid-19, ini Keterangan Kabid Pasar

dr Tirta Sentil Atta Halilintar & Reza Arap Soal Donasi Saat Wabah Virus Corona: Jual 1 Mobilmu!

Efek Positif Covid-19, Penjualan Jus Buah Botolan di Kota Banjarmasin Meningkat, Segini Harganya

Wakil Ketua MUI Kota Banjarmasin tersebut juga mengatakan hal ini tidak lain untuk mendukung anjuran kebijakan pemerintah.

Terutama dalam upaya antisipasi atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin, sehingga ia sangat mengharapkan para takmir dan jemaah di kota Banjarmasin bisa mematuhi.

"Iya jadi kita ikuti saja anjuran pemerintah. “Sami’na wa Atha’na” taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan taatlah kepada pemimpin," jelasnya.

Selain itu, menjawab adanya desas-desus larangan umat muslim shalat berjamaah, Natsir mengatakan justru masih diperbolehkan baik dilaksanakan di masjid, mushola maupun langgar.

Namun dengan catatan sesuai surat edaran yang telah pihaknya keluarkan, para jemaah disarankan untuk membawa sajadah masing-masing. Kemudian tidak perlu berjabat tangan sebelum atau sesudah shalat.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar para takmir dan jemaah masjid, langgar, mushola di Banjarmasin agar meningkatkan kebersihan, menyediakan sabun atau hand sanitizer untuk cuci tangan.

"Dan melakukan penyemprotan disinfektan pada lingkungan masjid, langgar dan mushola," jelasnya.

Terakhir yang juga tidak kalah penting tambah Natsir para umat muslim di kota Banjarmasin dalam menghadapi situasi sekarang ini agar selalu berdoa dan bertawakkal kepada Allah SWT.

" Karena Surah Al Baqarah ayat 153 menyatakan 'Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.' Jadi hendak meminta dengan sabar dan shalat dalam menghadapi situasi seperti ini, " tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved