Desa Cabai Terpedas di Kalsel

Pengusaha Malaysia Beri Pekerjaan Rumah untuk Petani Cabai Hiyung Kabupaten Tapin

Potensi pedasnya cabai rawit hiyung 17 kali pedasnya cabai rawit biasam menarik pengusaha luar negeri menjalin kemitraan.

Pengusaha Malaysia Beri Pekerjaan Rumah untuk Petani Cabai Hiyung Kabupaten Tapin
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Junaidi, Ketua Kelompok Tani Karya Baru memegang bibit pohon cabai rawit hiyung, Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalsel, Selasa (24/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Potensi pedasnya cabai rawit hiyung 17 kali pedasnya cabai rawit biasam menarik pengusaha luar negeri menjalin kemitraan.

Junaidi, petani cabai sekaligus Ketua Kelompok Tani Karya Baru di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), menghitung sekitar 25 hektare lahan di desa tetangga potensi ditanami cabai rawit hiyung.

Lahan itu akan menghasilkan panen cabai rawit hiyung sebagai bahan baku abon cabai hiyung yang diinginkan pengusaha Internasional.

Tentu saja, merealisasikan tantangan itu harus dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapin, Pemprov Kalsel, bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Banua Prima Persada.

"Pedasnya cabai rawit hiyung ini 17 kali cabai rawit biasa," ujar Junaidi berpromosi, Selasa (24/3/2020)..

Menanam pohon cabai rawit hiyung dengan pelindung jaring atau paranet dilakukan selama musim hujan ini, di lahan miliknya pada Maret ini, bentuk nyata agar setiap musim selalu panen cabai.

Masa Puncak & Berakhirnya Virus Corona Terungkap, Ini Kata Peneliti ITB & Ustadz Abdul Somad

Ahmad Dhani Terdampak Virus Corona (Covid-19), Suami Mulan Jameela Posting Lockdown di Sosmednya

Kalselpedia: Anggota Kombo Banjarmasin Selalu Bawa Kantong Plastik saat Kopdar

Empat Orang dari Halong Kabupaten Balangan Masuk Dalam Gerakan Petani Milienial

Bantuan APD Penanggulangan Covid-19 Tiba di Lanud Sjamsudin Noor TNI AU Kalsel

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor Beri Insentif untuk Tenaga Medis Covid-19

Sekitar satu hektare lahannya, uji coba bedengan diberi paranet panjang 200 meter atau sekitar 600 pohon cabai rawit Hiyung.

"Dana pembelian paranet dan upah dan bibit cabai menggunakan dana pribadi. Tujuannya menjadi percontohan pada masa tanam 2021 nanti," katanya.

Inspirasi tanaman cabai rawit berparanet itu karena pernah dilibatkan Pemerintah Kabupaten Tapin melihat pascapanen di daerah Bogor awal 2016 dan Bandung pada 2017 silam.

Pemerintah Provinsi Kalsel membangunkan satu gudang produksi pasca panen abon cabai dan Pemerintah Kabupaten Tapin memberikan pelatihannya.

Masih kata Junaidi, andil Pemerintah Kabupaten Tapin sangat besar dalam mendukung sentra tanaman cabai rawit terpedas.

Itu dengan ditetapkan cabai rawit hiyung sebagai varietas lokal dan proses HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia akan terbit.

Demikian juga andil Pemprov Kalsel, sudah membangunkan gudang berukuran 10x 8 meter.

"Isinya kami lengkapi mesin produksi cabai dan penampungan cabai basah sekitar enam ton.
Cabai basah akan kami beli pada Juni 2020 hingga Januari 2021 nanti sebagai bahan produksi abon dan sambel kemasan," kata Junaidi. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved