Breaking News:

Opini Publik

Virus Corona atau Covid-19 dan Opsi Penundaan Pilkada 2020

Di tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19, tahapan dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menuai sorotan. Sabtu (21/3) kemarin

Kemenkes
Ilustrasi virus corona (COVID-19). Polisi bersikap tegas untuk meredam virus corona di Indonesia. 

Karena itu, hajatan Pilkada Serentak 2020 yang notabene sangat berkaitan dengan langkah gerak orang dan mobilisasi massa, harus menjadi perhatian serius. Pertama, saya berharap apa yang disampaikan KPU penundaan tiga tahapan Pilkada Serantak 2020, bukanlah keputusan yang final. Para penyelengara pemilu dan lembaga-lembaga terkait tetap perlu membuat skenario terburuk soal penyelengaraan Pilkada 2020.

Misalnya, jika memang virus Corona penyebar sangat luas, maka perlu ditempuh dua solusi: 1) dilakukan penundaan atau susulan, ini dikhususkan kepada daerah-daerah yang hendak menggelar pilkada namun masyarakatnya banyak yang terjangkit Covid-19; 2) menunda secara serentak hajatan elektoral lokal 2020, ini diberlakukan ketika penyebaran virus Corona sudah hampir merata di setiap provinsi di Indonesia.

Untuk itu, di sini pemerintah perlu update secara berkala soal penyebaran virus Corona. Bukan sekadar jumlah berapa orang yang terpapar, meninggal dan sembuh, namun tak kalah penting ialah di mana saja (provinsi, kabupaten/kota, kecematan) penyebaran virus Corona tersebut berlangsung. Data ini penting dan berguna bagi penyelanggara pemilu untuk memetakan skenario apakah Pilkada 2020 ditunda sebagian daerah atau keseluruhan.

Kedua, terlepas akan ditunda ataupun tidak, salah satu solusi untuk mengatasi penyebaran virus Corona ialah dengan berkampanye lewat daring atau online. Jika Presiden Jokowi mengeluarkan imbauan agar siswa-siswa sekolah melakukan kegiatan belajar di rumah, pekerja kantor sebisa mungkin bekerja dari rumah, dan kegiatan ibadah pun sebaiknya dilakukan di rumah. Maka KPU dan partai politik juga perlu melakukan himbauan kepada para bakal calon kepala daerah untuk melakukan kampanye secara virtual (di rumah) dengan memanfaatkan internet dan media sosial.

Selain murah dan mudah, salah satu kelebihan kampanye via media sosial ialah sang kandidat juga bisa menjalin komunikasi interaktif secara langsung kepada para pemilih. Ini mengingat medsos menghadirkan ruang-ruang dialog (ada sarana like, catting, komentar dan lainnya). Cara ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencegah penyebaran virus Corona di tengah proses dan tahapan Pilkada Serentak 2020.

Kita berharap bahwa dalam konteks Pilkada Serentak 2020, keselamatan publik menjadi perioritas utama. Hajatan elektoral lokal seperti pilkada esensinya ialah untuk kepentingan rakyat. Sama halnya mencegah penyeberan virus Corona, juga untuk kepentingan rakyat. Lantaran sama-sama untuk kepentingan rakyat, dalam situsi genting dan darurat, kepentingan rakyat supaya terhindar dari penyebaran virus Corona jauh lebih penting ketimbang kepentingan-kepentingan lainnya. (*)

Editor: Didik Triomarsidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved