Berita Banjar

Corona Merebak, MUI Banjar Fatwakan Tiadakan Sholat Jumat, Ini Pertimbangannya

Corona Merebak, MUI Banjar Fatwakan Tiadakan Sholat Jumat, Ini Pertimbangannya

istimewa/ainudin
SUASANA rapat MUI Banjar membahas fatwa peniadaan sementara sholat Jumat, Kamis (26/3/2020) sore. 

BANJARMASINPOST.CO,ID, MARTAPURA - Perang terhadap virus corona atau covid-19 kian diintensifkan di Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di Kabupaten Banjar. Antara lain cara yang dilakukan yakni meminimalisasi kerumunan orang atau social/physical ditance.

Berkaitan dengan hal tersebut, seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel pada Kamis (26/3/2020), MUI Kabupaten Banjar juga memfatwakan hal serupa yakni meniadakan sholat Jumat.

Fatwa ini berlaku mulai Jumat (27/3/2020) besok dan bersifat sementara, menyesusikan situasi dan kondisi ke depan.

Pengurus MUI Kabupaten Banjar melakukan rapat mengenai hal tersebut, Kamis sore tadi sekitar pukul 17.00 Wita. Rapat digelar di Gedung Islamic Center di kawasan Jalan A Yani Kilometer 38, Martapura.

Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Catat 20 ODP Baru di Banjarmasin

Ada Pasien Virus Corona Tanpa Gejala, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

Tempat Zaskia Gotik & Sirajuddin Mahmud Isolasi Diri Cegah Virus Corona Disorot, Ini Aktivitasnya

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Banjar KH Fadhlan Asy'ari dan pengurus/anggota MUI Banjar lainnya.

Di antaranya Sekretaris MUI KH Dr Muhammad Husien, KH Hasanuddin Badarudin yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Pengurus/anggota MUI Banjar lainnya yang hadir yakni Dr H Fauzan Saleh, H Fauzan Asniah, dr H Diauddin yang juga kepala Dinas Kesehatan Banjar, Gusti Abdurrahman yang juga anggota dewan. Turut hadir Kabag Ops Polres Banjar Kompol Syaiful Bob.

Fatwa tersebut tertuang pada surat MUI Banjar nomor 004/MUI-Kab.Bjr/III/2020 yang ditandatangani Ketua MUI Banjar KH Fadhlan Asy'ari dan Sekretaris KH Dr Muhammad Husien.

Ada beberapa poin penting yang tertuang pada fatwa tersebut. Intinya berupa penjelasan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah covid-19 yang saat ini terjadi. Serta imbauan umum lainnya sebagaimana imbauan pemerintah.

Pertama, mengingat kondisi penyebaran covid-19 belum terkendali yang akan mengancam jiwa seseorang maka tiap masjid dan segenap umat Islam di Kabupaten Banjar tidak menyelenggarakan sholat Jumat.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved