Mayat Dalam Kamar di Banjarmasin

Jenazah di Kebun Bunga Banjarmasin Bakal Dibawa ke Kabupaten Hulu Sumgai Utara

Meninggalnya Hj Maisyarah (75) dalam keadaan sendirian, membuat kaget tetangganya, Kamis (26/3/2020) pagi.

Jenazah di Kebun Bunga Banjarmasin Bakal Dibawa ke Kabupaten Hulu Sumgai Utara
BANJARMASINPOST.CO.ID/JUMADI
Beberapa relawan sedang mengevakuasi jenazah di dalam rumah Kompleks Pondok Karya RT23, Jalan Gatot Subroto VII, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalsel, Kamis (26/3/2020) pagi sekitar pukul 09:50 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meninggalnya Hj Maisyarah (75) dalam keadaan sendirian, membuat kaget tetangganya, Kamis (26/3/2020) pagi.

Bahkan membuat duka yang mendalam, khususnya bagi warga sekitar Kompleks Pondok Karya RT23, Gatot Subroto VII, Kelurahan Kebun Bunga, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Warga tak mengira almarhum meninggal.

Padahal selama ini almarhum tidak pernah mengeluh sakit kepada mereka.

Selama inim almarhum bisa berjalan keluar rumah membeli sayur dan makanan.

Itu dikarenakan almarhum hidup seorang diri.

Masa Puncak & Berakhirnya Virus Corona Terungkap, Ini Kata Peneliti ITB & Ustadz Abdul Somad

Mau Dapat Kelonggaran Cicilan Kredit 1 Tahun Ala Presiden Jokowi? Simak Syarat-syaratnya Ini

Cegah Covid-19 Kantor Imigrasi Banjarmasin Melaksanakan Pembatasan Layanan Paspor

VIDEO Temuan Jenazah Pensiunan Guru di Dalam Rumah di Banjarmasin

Bantu Sterilkan Perkantoran di Kabupaten Banjar, PDAM Intan Banjar Lakukan Upaya Ini

Warga Sampit Pilih Belanja Seminggu Sekali, Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Sepinya Pengunjung

Ditambah lagi, almarhum tidak memiliki anak dan hanya memiliki keponakan yang tinggal di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Fauzi, salah satu orang yang berperan mengetahui almarhum meninggal dunia, pagi itu saat melintas, dia menghampiri beberapa ibu  yang berdiri di depan rumah almarhum Hj Maisyarah.

"Ketika tanya ada apa, mereka mengatakan lampu teras rumah itu sudah empat hari tidak matik. Padahal pemilik rumah tidak kemana-mana,"terang Fauzi.

Selanjutnya Fauzi menemui Ketua RT 23 dan ada warga yang lain.

Lalu, Ketua RT menghubungi keponakan almarhum di Amuntai via telepon untuk minta izin masuk rumah melalui pintu belakang.

Setelah diizinkan, barulah Fauzi bersama Ketua RT dan warga sekitar masuk ke dalam rumah.

Ternyata benar, ditemukan sudah meninggal di kamar tidur.

Kemungkinan, jenazah dibawa ke Amuntai dan dimakamkan di sana. (Banjarmasinpost.co.id/Jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved