Wabah Virus Corona

Nekat, Satu Keluarga di Sulawesi Bongkar Plastik Jenazah PDP Corona, Padahal Hasil Tes Belum Keluar

Nekat, Satu Keluarga di Sulawesi Bongkar Plastik Jenazah PDP Corona, Padahal Hasil Tes Belum Keluar

Nekat, Satu Keluarga di Sulawesi Bongkar Plastik Jenazah PDP Corona, Padahal Hasil Tes Belum Keluar
repro bidik layar YouTube Kompas TV
Video keluarga membawa jenazah seorang perempuan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan covid-19 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara nekat membuka plastik yang membungkus jenazah pasien yang meninggal.

PDP adalah seorang perempuan berusia 34 tahun yang meninggal di RSUD Bahteramas pada Senin (23//3/2020).

Sebelum meninggal pasien sempat dirawat di ruang isolasi selama 3 hari.

Pasien tersebut adalah rujukan dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra dan mengalami gangguan bronkitis pneumonia berat.

"Meninggal karena faktor penyakitnya, bronko pneumonia. Gejalanya sesak napas, pakai, oksigen. Sudah ditangani dokter penyakit dalam, diobati, cuma kondisinya tidak terlalu bagus sejak semalam," kata Plt Dirut RSUD Bahteramas Sultra, dokter Sjarif Subijakto, Senin (23/3/2020).

Mau Dapat Kelonggaran Cicilan Kredit 1 Tahun Ala Presiden Jokowi? Simak Syarat-syaratnya Ini

BREAKING NEWS: Mayat Perempuan Ditemukan di Dalam Kamar Tidur di Kebun Bunga Banjarmasin

BREAKING NEWS - Satu Warga HSS Kalsel Suspect Virus Corona, Dokter: Pasien Layak Diisolasi

3 Bintara Ini Dipukuli Oknum Polisi Pakai Kopel dan Ikat Pinggang hingga Masuk RS, Ini Penyebabnya

Walaupun telah meninggal, tim medis tetap mengambil sampel swab untuk memastikan pasien terinfeksi corona atau tidak.

Sjarif mengatakan pasien sempat umrah dan pulang ke Indonesia pada pertengahan Februari 2020.

Karena sakit-sakitan, pasien masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Sultra dan dirujuk ke RSUD Bahteramas pada 18 Maret 2020.

Syarif bercerita, pihak rumah sakit sempat bersitegang dengan keluarga pasien karena tak mengizinkan pasien dibawa dengan ambulans.

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock)

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved