Berita Banjarmasin

Pemprov Kalsel Lakukan Penyesuaian Rencana Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penyesuaian terhadap rencana pembangunan Jembatan Pulau Laut

Pemprov Kalsel Lakukan Penyesuaian Rencana Konstruksi Jembatan Pulau Laut
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Tampak berjejer tiang pancang rencana pembangunan jembatan penghubung Kotabaru-daratan Kalimantan (Tanahbumbu) yang mangkrak karena tidak masuk proyek pembangunan strategis nasional. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penyesuaian terhadap rencana pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan hubungkan Pulau Kalimantan dan Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Pemerintah Provinsi Kalsel putuskan untuk memangkas tinggi Jembatan Pulau yang akan dibangun dari rencana sebelumnya setinggi 45 meter menjadi hanya 25 meter.

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Fajar Desira.

Dijelaskan Fajar, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan kajian mendalam dan disimpulkan bahwa perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut tak banyak dilalui kapal-kapal besar.

Masa Puncak & Berakhirnya Virus Corona Terungkap, Ini Kata Peneliti ITB & Ustadz Abdul Somad

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

VIDEO Pengerjaan Proyek Pasar Bauntung di Banjarbaru Terus Dilaksanakan

ODP Covid-19 di Kabupaten Banjar Bertambah, Sampel PDP Tunggu Hasil Laboratorium

Penderita Covid-19 di Kalteng Kembali Bertambah Jadi 4 Orang

Sehingga jembatan setinggi 25 meter tak akan mengganggu arus lalu lintas di perairan tersebut.

"Karena dari kajian, kapal besar tidak ada lewat sana, karena kapal besar banyak lewat Selat Makassar," kata Fajar.

Dengan pemangkasan tinggi jembatan tersebut, Fajar mengklaim biaya penyelesaian pembangunan jembatan Pulau Laut bisa ditekan secara signifikan.

Sebelumnya, sebesar kurang lebih Rp 3,6 triliun, nantinya menjadi hanya kurang lebih Rp 2,6 triliun.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved