Talenta Talenta Unik Disabilitas Banua

Penghuni PSBN Fajar Harapan Martapura Piawai Mendalang dan Promosikan Lewat Cara Ini

Penyandang disabilitas di MARTAPURA Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak yang memiliki bakat atau talenta yang mengesankan.

Penghuni PSBN Fajar Harapan Martapura Piawai Mendalang dan Promosikan Lewat Cara Ini
AAN SETIAWAN UNTUK BOST GROUP
Amat saat latihan mendalang di lingkungan PSBN Fajar Harapan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penyandang disabilitas di Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak yang memiliki bakat atau talenta yang mengesankan.

Di antaranya, mereka yang menghuni Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan di kawasan Jalan A Yani Km 37, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di antaranya yakni Amat. Lelaki dewasa ini memiliki bakat mendalang sehingga ia pun kerap disapa Amat Dalang. Di PSBN Fajar Harapan, ia berada di kelas bimbingan pijat (massage).

Lelaki kelahiran Asam Tamiang, Kandangan (Hulu Sungai Selatan/HSS), ini sangat gemar mendalang. Banyak cerita yang telah ia sampaikan (mainkan). 

Dalam channel YouTube, setidaknya telah ada dua cerita panjang bersambung yang diunggah Amat Dalang. Penonton (viewer)nya lumayan banyak juga.

Pertama yakni Garah Cinta Berhiasa Luka sebanyak tujuh episode. Lalu, Dendam Seribu Tahun yang juga tujuh episode.

Tempat Zaskia Gotik & Sirajuddin Mahmud Isolasi Diri Cegah Virus Corona Disorot, Ini Aktivitasnya

BREAKING NEWS- Kejar-kejaran dengan Perampok, Mobil Satlantas Polres Tanahlaut Terjun ke Rawa

Mengenal Mufti Syekh Muhammad Arsyad, Makamnya di Pagatan Kabupaten Tanahbumbu Sering Diziarahi

Pejabat Eselon IV Pemprov Kalsel Diminta untuk Bekerja dari Rumah

Jenazah di Kebun Bunga Banjarmasin Bakal Dibawa ke Kabupaten Hulu Sumgai Utara

"Nah, sekarang Amat Dalang sedang proses rekaman Dendam Asmara Dalam Bayangan," papar Aan Setiaan, guru SLBN 3 Martapura yang juga pengasuh talenta penghuni PSBN Fajar Harapan, kemarin. 

Dikatakannya, mendalang yang dilakukan Amat bukanlah mendalang dengan wayang. Namun sebatas mengisahkan cerita wayang Banjar. 

"Amat masih mencoba-coba menyesuaikan keadaan tunanetra untuk mencoba menggerakkan wayang, namun masih kami coba-coba," tuturnya.

Latihan pun rutin dilakukan terutama sore di sela kegiatan di PSBN Fajar Harapan. Ia juga biasa rekaman di belakang sekolah sembari duduk dan di kaki menginjak campala yaitu dua besi yang diikat tali dan mengeluarkan bunyi jika diinjak.

"Amat mempunyai keinginan kuat untuk bisa tampil di hadapan umum, untuk mendalang. Sementara ini masih tampil di rekaman YouTube untuk menambah jam terbang," sebut Aan. (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved