Ekonomi dan Bisnis

Stok Capai 1.415,253 Metrik Ton, Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG Selama Social Distancing

Stok di Depo Capai 1.415,253 Metrik Ton, Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG Selama Social Distancing

Istimewa/Pertamina.
Stok LPG yang didistribusikan Pertamina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 yang memicu pembatasan aktivitas atau social distancing, membuat masyarakat sebagian besar berada di rumah. Hal ini juga berimbas pada konsumsi LPG di Kalsel.

Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani menjelaskan, mengantisipasi lonjakan kebutuhan gas selama masa kepanikan virus corona, ketersediaan LPG 3 Kg bersubsidi serta LPG non subsidi diperkirakan aman hingga dua bulan ke depan.

"Stok terakhir di depo saat ini sekitar 1.415.253 kg atau 1.415,253 metrik ton dan diperkirakan akan datang lagi pasokannya. Jadi stoknya mencukupi untuk masyarakat Kalsel," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Di Banjarmasin khususnya saat ini sudah ada 11 agen dan 500 pangkalan. Mencakup wilayah Kalsel terdapat 62 agen dan 2.558 pangkalan yang siap mendistribusikan gas LPG terutama 3 kg bersubsidi.

Garda Terdepan Lawan Covid-19 di Kalsel Diganjar Insentif, Segini Besarannya

KalselPedia : Ayo Berwisata ke Danau Tamiyang Kabupaten Banjar, Ada Speedboat dan Sepeda Air

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

Tempat Zaskia Gotik & Sirajuddin Mahmud Isolasi Diri Cegah Virus Corona Disorot, Ini Aktivitasnya

Secara umum dikatakannya, kebutuhan untuk Kalsel sebanyak 350 metrik ton perhari meliputi LPG subsidi 3 kg, maupun yang non subsidi yakni 5,5 kg dan 12 kg, khusus 3 kg sekitar 250 kg.

Sementara itu, mendukung gerakan digitalisasi, 111 SPBU Pertamina di Kalimantan Selatan sudah menggunakan sistem digital untuk penakaran BBM yang dikeluarkan melalui nozzle.

"111 SPBU lebih yang di digitalisasi dan sudah terpasang untuk wilayah Kalimantan Selatan mencapai 90 persen," paparnya.

Ia memastikan, pemasangan digitalisasi nozzle pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan efektif pada Juni 2020, guna memastikan tidak adanya penyimpangan distribusi Bahan Bahar Minyak (BBM) bersubsidi.

PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom (Persero) berkomitmen terhadap penggunaan informasi teknologi (IT) sebagai langkah efektif dalam mengendalikan pendistribusian BBM bersubsidi.

PT Pertamina (Persero) mempercepat penerapan digitalisasi SPBU, Ia mengakui sistem memberikan manfaat kepada konsumen berupa peningkatan kepastian takaran. Digitalisasi juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved