Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Camat Martapura Timur Imbau Calon Kades Bersaing Santun

Sebagian desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini menyongsong pemilihan kepala desa (pilkades).

BANJARMASINPOST.CO,ID, MARTAPURA - Sebagian desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini menyongsong pemilihan kepala desa (pilkades). Sejumlah tokoh desa juga telah mendaftar sebagai bakal calon kepala desa.

Begitu halnya di Kecamatan Martapura Timur. "Dari 20 desa yang ada di wilayah Martapura Timur, ada sebanyak sembilan desa yang akan melaksanakan pilkades," sebut Camat Martapura Timur Achmad Junaidi SSos MM, Rabu (25/3/2020).

Kesembilan desa tersebut yakni Desa Akar Baru, Akar Bagantung, Dalam Pagar, Keramat Baru, Pekauman Dalam, Pekauman Ulu, Tambak Anyar, Tambak anyar Ilir, dan Tambak Anyar Ulu. Saat ini kendali desa tersebut dipegang oleh penjabat kades dari pegawai kantor Camat Martapura Timur.

Junaidi menuturkan sesuai jadwal, pilkades diagendakan pada 22 April 2020 mendatang. Sejumlah tahapan telah dilewati secara baik dan terkini pencabutan nomor urut kandidat calon kades.

Tahapan berikutnya, sebutnya, yakni deklarasi atau ikrar damai para calon. Ini dimaksudkan agar para kandidat bersaing secara santun dan menjunjung sportivitas yang tinggi.

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

"Hal itu sangat penting agar pilkades kelak dapat terlaksana secara aman, nyaman, adil, dan jujur," tandas Junaidi.

Dikatakannya jumlah calon kepala desa paling banyak lima orang. Ini merupakan batas maksimal jumkah calon di tiap desa sehingga tak perlu menjalani tes kompetensi oleh panitia pilkades kabupaten.

Latar belakang para kandidat, papar Junaidi, cukup bervariasi. Ada yang sebelumnya pernah menjabat sekretaris desa (sekdes), kepala urusan pemerintahan dan lainnya. "Pendidikannya juga beragam, banyak juga yang bergelar sarjana," tandasnya.

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini mengingatkan para kandidat agar kelak pada masa kampanye memperhatikan ketentuan teknis. Seperti aturan mengenai radius atau tempat mana saja yang dibolehkan pemasangan alat peraga kampanye (spanduk, baliho, dan sejenisnya).

"Jangan sampai ada unsur paksaan atau intimidasi dari pihak manapun yang tak bertaggungjawab. Intinya gunakan hak pilih sebaik mungkin," harap Junaidi.

Dikatakannya, menang dan kalah pasti terjadi dan dialami calon. Bagi kandidat calon kades yang menang diminta tak berbesar hati. Sebaliknya bagi kandidat yang kalah tak berkecil hati.

"Kami harapkan pascapilkades semuanya bersatu untuk membangun desa. Calon yang menang hendaknya dapat mengayomi dan saling bekerjasama demi kemajuan desa," pungkasnya.

Sementara itu kalangan warga Banjar berharap pemerintah daerah dan aparat terkait turut melakukan pengawalan pelaksanaan pilkades. Pasalnya meski hanya pesta demokrasi berskala kecil, namun potensi gesekan tetap ada antarpendukung kandidat valon.

"Penting dilakukan sosialisasi secara intens agar masyarakat benar-benar menyalurkan hak pilih secara baik sesuai hati nurani dan tak terpengaruh hal-hal yang kontraproduktif," ucap Kursani, warga Martapura.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved