Berita Banjar

VIDEO Menengok Kampung Disabilitas Netra Banjarbaru

Mugniansyah tinggal bersama belasan disabilitas tuna netra lainnya di atas lahan seluas satu hektare di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mugniansyah (47), cukup cekatan saat melakukan pemijatan kepada pasiennya. Meski dirinya seorang disabilitas tuna netra.

Berbekal keahlian pijatnya, Mugniansyah menggantungkan sumber pendapatan dari pasien yang datang ke rumahnya untuk pijat.

Meskipun, tidak setiap hari selalu ada pasien yang datang di rumahnya. Beruntung, untuk tempat tinggal, biaya listrik dan PDAM sudah ditanggung oleh pemerintah kota Banjarbaru.

Mugniansyah tinggal bersama belasan disabilitas tuna netra lainnya di atas lahan seluas satu hektare di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru.

VIDEO Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD Ulin Banjarmasin, Terdakwa Dihadirkan Via Video Conference

Corona Merebak, MUI Banjar Fatwakan Tiadakan Sholat Jumat, Ini Pertimbangannya

Amalan Sunnah Bulan Syaban Menurut Ustadz Abdul Somad Selain Puasa Sunnah Hingga Nisfu Syaban

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

Ditempat ini, mereka tinggal di rumah layak huni yang sudah dibangun oleh Pemko Banjarbaru bersama CSR dari pihak swasta.

Seperti layaknya kampung, di tempat ini ada sebanyak 20 rumah yang dihuni oleh 16 kepala keluarga dengan 36 jiwa. Mayoritas memang kaum disabilitas tuna netra.

Mereka ada yang sudah berkeluarga, memiliki anak dan bertetangga seperti kampung pada umumnya. Sejumlah program kegiatan juga dilakukan di tempat ini.

Selain mereka aktif sebagai tukang pijat, mereka juga melakukan kegiatan berkebun di sekitar rumah mereka, kegiatan keagamaan dengan pengajian rutin tiap tiga kali dalam seminggu hingga aktivitas bertetangga seperti pada umumnya.

"Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan tempat tinggal gratis di sini. Termasuk biaya listrik dan air juga ditanggung pemerintah," kata Mugniansyah.

Kasubag Kesra Pemko Banjarbaru Akhmad Noval mengatakan pemerintah pemko Banjarbaru ingin meringankan warga tuna netra yang ada di Kota Banjarbaru.

"Ke depannya, kawan-kawan disabilitas di sini bisa seperti warga lainnya. Bisa berkembang dan bisa meningkatnya kemampuan ekonomi mereka," katanya.

Dijelaskannya bahwa 20 rumah ini dibangun di atas lahan milik Pemko Banjarbaru dengan pola pembangunan dengan cara patungan baik dari dana CSR perusahaan, pemerintah hingga sumbangan dari para ASN pemko Banjarbaru.

Ada Pasien Virus Corona Tanpa Gejala, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19

Tempat Zaskia Gotik & Sirajuddin Mahmud Isolasi Diri Cegah Virus Corona Disorot, Ini Aktivitasnya

MUI Kalsel Imbau Pengelola Masjid di Kalsel untuk Tidak Menyelenggarakan Salat Jumat

Semua fasilitas disini memang gratis. Mulai dari rumah, tempat tidur juga disediakan, listrik dan air PDAM yang dibayar pemko Banjarbaru.

"Status mereka adalah hak pakai selama mereka mau tinggal di sini. Sekarang ada 20 unit yang sudah ditinggali 16 KK dengan 36 jiwa," lanjutnya. (TIM)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved