Berita Banjarbaru

VIDEO Siswa Balai Latihan Kerja Kalimantan Selatan di Banjarbaru Cetak Ribuan Masker

Ditengah meningkatnya kebutuhan masker, siswa Balai Latihan Kerja Kalimantan Selatan di Banjarbaru cetak ribuan masker

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Salasiah tampak membolak balik potongan kain di atas meja jahitnya. Dia paskan ke bidang jahit dan kemudian dia rapikan. Ditambah pula karet yang pas melingkar di kepala, beberapa menit kemudian jadilah masker.

"Kalau saya sendiri sehari bisa buat masker 30-40 lembar," kata warga Kampung Melayu Martapura tersebut.

Selain itu ada juga siswa lainnya, Suhailah dan Suarifah Fatimah warga Kampung Melayu Martapura, mengaku sehari bisa jahit masker 20 sampai 30 masker.

Ya, di tengah kelanggaan masker karena mewabahkan virus corona (COVID-19) di Kalsel, Produk para siswa di Balai Latihan kerja (BLK) Kalsel tersebut menjadi angin segar bagi warga di Kalsel khususnya yang mau cari masker. Sebab produk hasil masker bisa dimanfaatkan warga.

Wisata Religi Kubah Pagatan Tanbu, Ini Cerita Sosok Syekh Mufti Muhammad Arsyad

Pasien Positif Corona di Kalteng Bertambah Jadi 5 Orang, Terjangkit dari Luar Daerah

Luna Maya Bagikan Foto dengan Ariel Noah, BCL dan Gading Marten, Sampaikan Ini ke Sahabat

Ibu Ayu Ting Ting Semprot Fans Nagita Slavina, Penggemar Istri Raffi Ahmad Itu Disebutnya Begini

Siang tadi, di Kantor BLK Provinsi Kalsel yang berada di Jalan P M Noor, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, para siswa bekerja di ruangan khusus yang disediakan untuk memproduksi ratusan masker dalam satu harinya. Nampak, para pembuat masker yang mayoritasnya perempuan ini begitu sibuk dengan alat jahitnya.

Meski masih belajar, puluhan siswa yang dilatih di Balai Latihan Kerja ini sudah tampak lihai membuat masker. Bahkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel tersebut mampu produksi 300 lembar masker per hari.

Beda dengan masker yang dijual di apotek atau alat kesehatan masker produksi BLK ini terbuat dari kain sehingga bisa dicuci dan dipakai lagi. Bahan kainnya yakni dari Kain katun Toyobo.

Kepala BLK Prov Kalsel Suhirman, mengungkapkan bahwa produksi masker ini dikerjakan para siswa dari kejuruan menjahit. Dalam satu harinya, mereka akan akan bekerja memproduksi masker dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita.

"Total siswa berjumlah 16 orang dan kita juga sediakan fasilitas berupat alat jahit. Untuk satu harinya, kita bisa memproduksi sekitar 300 masker," ujarnya.

Suhirman mengungkapkan bahwa produksi masker ini merupakan instruksi yang diberikan oleh pihak Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi.

Nantinya, sebanyak 1.000 masker yang diproduksi oleh BLK Provinsi Kalsel akan dikirim ke BBPLK Bekasi untuk selanjutnya di distribusikan ke masing-masing daerah.

"Kalau untuk masyarakat kita (Kalsel) termasuk PNS Pemprov, akan kita sediakan 700 sampai 1.000 masker. Insya Allah, Sabtu Minggu ini sudah didistribusikan," katanya.

Tempat Zaskia Gotik & Sirajuddin Mahmud Isolasi Diri Cegah Virus Corona Disorot, Ini Aktivitasnya

Obat Alternatif Virus Corona Selain Avigan & Klorokuin Ditemukan, Rasio Sembuh 90 Persen

Imbas Corona, Mawarung Baimbai dan Pasar Sejumpat Gardu Induk Ditutup

Dijelaskannya, memang pakai kain katun toyobo, dengan bahan lebih lembut dan punya sifat dingin dikulit. Warna kainnya juga beragaman ada coklat, hijau, biru, dan kuning.

" Kita juga ada jam istirahat, jadi nggak kerja terus. Siswa pelatihan ini direkrut dari warga setempat dan didrill selama 240 jam pelajaran atau 6 minggu. Diharapkan mereka para siswa setelah lulus diharapkan nanti bisa membuka wirausaha mandiri di rumah," tandas Suhirman. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved