Berita Balangan

Balada Pandemik Covid 19, Ini Kata Psikolog Banjarmasin Tentang Dampak pada Kejiwaan

Balada Pandemik Covid 19, Ini Kata Psikolog Banjarmasin Tentang Dampak pada Kejiwaan

Balada Pandemik Covid 19, Ini Kata Psikolog Banjarmasin Tentang Dampak pada Kejiwaan
Istimewa
Psikolog Banjarmasin, Dyta Setiawati Hariono M, Psi 

BANJARMASINPOST.CO, PARINGIN- Pemberitaan mengenai wabah Virus Corona sampai pada saat ini rasanya tak kunjung mereda. Hal itulah yang disampaikan oleh Psikolog Banjarmasin, Dyta Setiawati Hariyono, Jumat (27/3/2020).

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ini, hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat.

Masyarakat dilanda kecemasan yang luar biasa. Perilaku Masyarakat tersebut dapat muncul karena kebingungan masyarakat untuk merespon hal yang baru dan beersifat mengancam.

"Dapat dikatakan bahwa wabah virus Covid-19 ini telah menyebabkan stres dan cemas massal," ucapnya.

Anugerah bagi Driver Ojol Ditengah Wabah Virus Corona, Sepi Order Tapi Makan Gratis Tetap Ada

Wali Kota Airin Merasa Dibayang-bayangi Covid-19 Setelah Diapit Bupati & Wali Kota Positif Corona

Kabar Gembira Bagi Pengusaha yang Terdampak Covid-19, Istri Anang Ashanty Tawarkan Endorse Gratis

Buruh Siap Beraksi dan Gelar Demo Jika Ada Pengusaha Tak Bayar THR dengan Alasan Wabah Covid-19

Tambah Dyta, Rasa cemas yang muncul pada kondisi pandemi seperti saat ini wajar terjadi. Namun yang perlu diperhatikan adalah rasa cemas ini ternyata bisa memicu munculnya segala perilaku.

Salah satunya adalah munculnya rasa sugesti tubuh bahwa diri kita memiliki gejala Covid-19, yaitu merasakan radang tenggorokan atau sakit tenggorokan, bahkan sesak nafas.

Namun, gejala tersebut muncul tidak disertai demam atau flu. Gejala ini akan timbul dan hilang, terlebih setelah membaca berita atau update terkait virus Corona ini. Hal ini ternyata bisa terjadi pada individu yang sehat fisiknya. Beberapa gejala ini akan muncul jika kita merasakan rasa cemas secara berlebihan.

Untuk mengurangi kecemasan ini, ia menyarankan yang perlu dilakukan adalah relaksasi pernafasan (tiap mengambil nafas perlahan kemudian ditahan beberapa detik kemudian hembuskan nafas secara perlahan) dilakukan berulang.

Kemudian mencoba agar mindfulness, yaitu memunculkan kesadaran penuh pada hal-hal yang terjadi di sekitar. Individu yang sedang dalam kondisi mindfulness menjadi lebih sadar, peka, dapat menyeimbangkan dirinya, dan mampu menempatkan diri terhadap situasi ini sehingga tetap melakukan hidup yang aware terhadap kebersihan.

Selanjutnya adalah mencoba mengalihkan perhatian dengan kegiatan-kegiatan positif dan batasi konsumsi berita mengenai covid-19 ini atau tidak berfokus pada berita sepanjang waktu atau secara berlebihan.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved