Berita Kotabaru

Jelang Ramadhan, Polres Kotabaru Peringatkan Distributor dan Agen Bahan Pokok Jangan Timbun Barang

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Kotabaru, Kalsel, melakukan pengecekan stok bahan pokok dan penting yang hasilnya dipastikan aman.

BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Kasatreskrim Polres Kotabaru Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, jelang Ramadhan 1441H mengimbau masyarakat agar tidak beli barang secara berlebihan dan distributor serta agen bahan pokok tidak menimbun barang yang dapat memicu kenaikan harga, Jumat (27/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Kotabaru, Kalsel, melakukan pengecekan stok bahan pokok dan penting yang hasilnya dalam kondisi aman.

Demikian dikemukakan Kasatreskrim Polres Kotabaru, Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (27/3/2020), terkait antisipasi agar tidak terjadi penimbunan barang menjelang bulan puasa atau Ramadhan 1441 Hijriah.

Mengantisipasi kelangkaan barang bahan pokok yang berdampak terjadinya inflasi sejumlah komoditi, Imam juga mengimbau kepada masyarakat atau konsumen supaya tidak melakukan pembelian barang-barang secara berlebihan.

Terlebih kepada distributor maupun agen, dia menegaskan, supaya tidak menimbun bahan pokok yang diperlukan masyarakat menjelang Ramadhan ini.

Perut Buncit Gisella Anastasia Disorot Saat Foto Mesra Bareng Wijin, Ini Penampakannya

Cara Mudah Kenali Bila Terjangkit Virus Corona Ringan, Muncul 6 Gelaja Lalu Cek Suhu Tubuhmu

Cegah Corona tidak ada Salat Jumat, Warga Terlanjur Datangi Masjid Agung Al Karomah Martapura

Edo TS si Gamer Satu Tangan Meninggal Dunia, Ria Ricis Tuliskan ini untuk Sahabat Jess No Limit

Layanan Besuk di Rutan Rantau Disetop, Gantinya Video Call via WhatsApp

Karena, lanjutnya, penmbunan akan memicu keinaikan harga secara signifikan dan melebihi harga eceran terendah (HET) yang sudah ditentukan pemerintah.

"Saya minta distributor atau agen tidak melakukan penimbunan barang," tegas Imam.

Bagi distributor atau agen yang kedapatan melakukan penimbunan, tidak hanya akan diproses hukum, selain dikenai denda Rp 50 miliar dan kurangan penjara maksimal 5 tahun.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yaitu pelaku usaha menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu saat terjadi kelangkaan barang. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved