Berita Kabupaten Banjar

Mangga Kasturi Terancam Punah, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas TPH Banjar

Mangga Kasturi Terancam Punah, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas TPH Banjar

Mangga Kasturi Terancam Punah, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas TPH Banjar
banjarmasinpost.co.id/roy
Petani antusias belajar cara stek mangga kasturi di kantor BPP Astambul, beberapa hari lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar memiliki keragaman genetik buah mangga golongan kasturi (mangifera casturia dilmiana) yang tinggi.

Bahkan di daerah ini ada mangga kasturi yang kian langka.

"Mangga kasturi keberadaannya terancam punah karena jumlahnya yang makin berkurang, baik dari segi jumlah individu, populasi ataupun keanekaragaman genetiknya," sebut Kepala Bidang Teknologi Pertanian Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (TPH) Banjar Imelda Rosanty SP MP, Sabtu (27/3/2020).

Karena itu saat ini pihaknya berupaya melakukan pelestarian. Antara lain caranya yakni melaksanakan pelatihan perbanyak tanaman kasturi dengan metode sambung pucuk.

Perut Buncit Gisella Anastasia Disorot Saat Foto Mesra Bareng Wijin, Ini Penampakannya

Virus Corona Berakhir, Gebby Vesta Janji Ganti Kelamin Jadi Lelaki Lagi, Berkaitan Nikita Mirzani?

Kenali Bagian Tubuh Kamu yang Rawan Terkena Covid-19, Level Penularan Virus Corona hingga 90% Lho!

Pelatihan telah dilaksanakan Selasa kemarin bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Astambul.
Pesertanya 20 orang petani di kecamatan setempat.

Kebetulan salah seorang dari mereka ada yang memiliki salah satu jenis mangga golongan kasturi.

Imelda mengatakan pihaknya menghadirkan narasumber praktisi dalam bidang perbanyakan tanaman di Kalimantan Selatan.

Semua peserta antusias belajar ilmu perbanyakan tersebut.

Imelda mengatakan berdasar Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 48 tahun 1989 mengenai identitas flora di tiap provinsi, mangifera casturi dilmiana ditetapkan menjadi identitas flora dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Lebih lanjut ia menuturkan kasturi mawar dan asam pinari merupakan jenis kasturi yang khas atau endemik Kabupaten Banjar.

Pada Festival Durian dan Buah Eksotik Kalimantan Selatan tahun 2020 benerapa pekan lalu, asam pinari bahkan mendapat penghargaan sebagai buah eksotik Kalimantan Selatan kategori Unik yang tidak dimiliki kabupaten lain di Kalimantan selatan.

"Harapan Bupati Banjar semua masyarakat dapat mengetahui potensi sumber daya genetik (SDG) Banjar yang sangat besar. Petani di sentra produksi buah-buahan mesti melestarikan SDG asli Kabupaten Banjar agar jangan sampai punah," tandasnya.

Berdasar hasil ekplorasi Dinas TPH Banjar, plasma nutfah kasturi yang ada di daerah ini terdapat tujuh varietas yang di antaranya memiliki beberapa nama.

Rinciannya meliputi kasturi biasa/kasturi ungu (mangifera casturi dilmiana), Kasturi mawar/cuban/alimawar/kastuba (mangifera casturi), kasturi palipisan/kasturi hijau (mangifera casturi), rawa-rawa/rarawa (mangifera griffihii).

"Ternyata ada juga jenis kasturi panjang dan kasturi sakirang. Hal ini membuktikan Kabupaten Banjar kaya keragaman genetik buah eksotik Banjar golongan mangifera," pungkas Imelda.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved