Berita Banjarbaru

Polisi Ciduk Penyebar Hoax Perempuan di Banjarbaru Terpapar Corona, Pria Ini Ngaku Hanya Ingin Viral

Polisi Ciduk Penyebar Hoax Perempuan di Banjarbaru Terpapar Corona, Ternyata Pria Ini Hanya Ingin Viral

banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Polisi menangkap pria penyebar video hoax wanita tergeletak di Jalan P Hidayatullah Banjarbaru terpapar corona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gara-gara menyebar berita hoax seorang perempuan terpapar virus corona di  jalan Pangeran Hidayatullah Kelurahan Komet Banjarbaru, Badrud Zaman (37) kini harus berurusan polisi.

Warga Jalan Bumi Berkat 7, No. 4, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru harus berhadapan dengan polisi.

Aksinya menyebarkan video hoax ditengah pandemi corona dinilai meresahkan masyarakat. Video inipun, direspon, oleh Tim Patroli Cyber Polres Banjarbaru yang menemukan keberadaan video ini sekitar pukul 11.30 Wita.

Menindak lanjuti penyebaran berita bohong / hoax tersebut petugas kemudian mencari pelaku yang merekam dan menyebarkan video yang tidak benar tersebut.

Kekesalan Ganindra Bimo Pasca Andrea Dian Jalani Isolasi Karena Positif Virus Corona

Raffi Ahmad Sesak Nafas Terdampak Berita Virus Corona, Kondisi Suami Nagita Slavina Diungkap Dokter

UPDATE PDP COVID-19 di Kalsel, Jubir Gugus Tugas Sebut Pasien Ulin-9 Rujukan dari Martapura Negatif

Imbas Corona, Nasa Hotel Banjarmasin Tutup Sementara, Manajemen Jamin Tidak Rumahkan Karyawan

Tidak perlu waktu lama,  pada Jum’at (27/3/2020) sekitar pukul 15.00 wita personil gabungan dari Unit Tipidter dan Polsek Banjarbaru Kota berhasil mengamankan pelaku saat tengah bekerja di sebuah warung di jalan Pangeran Hidayatullah Kota Banjarbaru.

Kepada polisi yang menciduknya, Badrud Zaman mengaku hanya Ingin viral dengan memberitahukan bahwa di Kota Banjarbaru ada korban Virus Corona. 

Ia kemudian membuat video hasil rekamannya ke status whatsapp dan mengupload video tersebut ke Facebook miliknya atas nama Dika Nanda.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengatakan  Pelaku akan dijerat dengan UU ITE sebagaimana diatur pada pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana terhadap pelaku penyebar Berita Bohong / Hoax dengan ancaman hukuman 3 Tahun Penjara.

Ia mengimbau masyarakat agar berhati - hati dalam membagikan satu berita yang belum tentu kebenarannya, kemudian tanpa saring dan kroscek langsung dibagi ke group media sosial facebook dan WhatsApp. Karena penyebar hoax bisa dijerat UU ITE.

"Cek dan ricek dulu sebelum mengeshare informasi ke sumber yang kredibel atau dipercaya, " tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved