Berita Tanahbumbu

Sarana Sudah Siap Semua, UN di Tanbu Dibatalkan Menyusul Status Kalsel Tanggap Darurat

Sarana Sudah Siap Semua, UN di Tanbu Dibatalkan Menyusul Status Kalsel Tanggap Darurat

Sarana Sudah Siap Semua, UN di Tanbu Dibatalkan Menyusul Status Kalsel Tanggap Darurat
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kadisdik Tanbu Ir Sartono 

BANJARMASINPOSAT.CO.ID, BATULICIN - Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, telah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN di 2020 ini lantaran efek pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Kebijakan itu diambil lantaran di Indonesia sudah cukup banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19, dari warga biasa hingga pejabat Menteri.

Sebab itu kebijakan untuk membatalkan UN sudah disampaikan Menteri melalui video hingga tertulis untuk ditindaklanjuti di semua sekolah.

Lantas bagaimana tanggapn Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahbumbu? Sebab, persaipan telah jauh-jauh hari dilaksanakan dan melengkapi sarana prasarannya.

Tak Kirim Foto Meteran ke WA, Tagihan Listrik April Dihitung Rata-Rata Pemakaian 3 Bulan Terakhir

Perut Buncit Gisella Anastasia Disorot Saat Foto Mesra Bareng Wijin, Ini Penampakannya

Irwansyah Buka Suara Soal Tudingan Mangkir dari Panggilan Polisi, Suami Zaskia Sungkar Ungkap Ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Tanbu, Sartono, Jumat (27/3/2020), mengatakan ikut saja dengan keputusan Pemerintah pusat.

Penyebab, dibatalkan juga jelas karena ini maslah nasional bahkan Internasional dengan penyebaran covid-19 ini.

"Meskipun persiapan-persiapan untuk itu sudah relatif selesai, kemudian ujian dibatalkan tidak jadi masalah. Karena alasanya sama dengan mas Menteri terkait pencegahan dan memutus mata rantai covid-19)," katanya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Simpangempat, Fajri, menyebutkan rencana pembatalan UN itu untuk mengantisipasi covid 19 yang merupakan salah satu langkah yang bijak mengingat cara penularannya yang begitu agresif.

Hal ini karena berkumpulnya siswa dalam satu titik memiliki potensi penularan yang masif karena siswa datang dari berbagai tempat yang mungkin salah satu tempatnya sudah terpapar virus.

"Dapat dibayangkan jika setelah mereka berkumpul dan di situ terjadi penularan dan mereka pulang ke keluarga masing-masing dengan membawa virus, maka kemungkinan wilayah penularan akan semakin meluas," katanya.

Berkaitan dengan proses penilaian kelulusan. UN sekarang ini tidak lagi sebagai penentu kelulusan dan sekolah masih bisa berimprovisasi melakukan penilaian dalam bentuk lain.

Di samping itu siswa yang akan lulus juga sudah memiliki deposit nilai selama 5 semester untuk dijadikan salah satu instrumen nilai yang akan dicantumkan dalam ijazah mereka.

"Jadi secara umum, pembatalan UN demi sesuatu yang lebih penting tidaklah begitu berpengaruh dalam sistem penilaian karena UN saat ini hanyalah sebagai alat pemetaan mutu lulusan," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved