Berita Banjarmasin

Bekantan Day 28 Maret 2020, ini Kisah di Balik Lahirnya Hari Bekantan Dideklarasikan di Pulau Bakut

Bekantan Day 28 Maret 2020, ini Kisah di Balik Lahirnya Hari Bekantan Dideklarasikan di Pulau Bakut

banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalsel telah melakukan 45 kegiatan evakuasi, dan ada 33 ekor yang sudah berhasil dilepasliarkan, setelah melalui upaya rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Bekantan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari ini, tanggal 28 Maret 2020 bertepatan peringatan Hari Bekantan yang kelima.

Hari bekantan adalah sebuah gerakan moral di bidang konservasi yang diprakarsai Amalia Rezeki bersama komunitas pecinta lingkungan di Kalimantan Selatan.

Tepatnya pada waktu itu, 28 Maret 2015, pukul 10.00 Wita, di kawasan TWA Pulau Bakut, Barito Kuala dilakukan deklarasi Hari Bekantan.

Kemudian dilanjutkan giat konservasi berupa pelepasliaran sepasang Bekantan (Nasalis larvatus) primata endemik Kalimantan yang juga merupakan satwa maskot kebanggaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kemudian dilanjutkan kegiatan rawat bumi dengan menanam pohon.

Kesal Baim Wong Diam-diam Keluar Rumah saat Wabah Corona, Paula Semprot Ayah Kiano Pakai Disinfektan

Tahlilan 40 Hari Meninggalnya Ashraf Sinclair Terpaksa Ditiadakan, BCL Sebut Gara-gara Wabah Corona

UPDATE Wabah Covid-19 di Dunia: Tembus 200 Negara, 529.614 Kasus dengan 23.976 Angka Kematian

Acara dihadiri Dra Hj. Noormiliyani, SH, yang pada waktu itu menjabat sebagai ketua DPRD Kalsel, H Hasanudin Murad selaku Bupati Barito Kuala, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M. Si., M.Sc, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, kemudian Ir. Lukito Andy Widyarto MP yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel, Zulfa Asma Vikra, SH., MH serta segenap komunitas dan pecinta alam se-Kalsel.

Sementara itu Amalia Rezeki, ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) foundation mengatakan dipilihnya tanggal 28 Maret sebagai Hari Bekantan, karena pada tanggal itu bertepatan penetapan Bekantan sebagai maskot provinsi Kalsel oleh DPRD.

“Harapan kami semua dengan diadakannya hari bekantan ini, agar menumbuhkan rasa memiliki dan peduli terhadap satwa ikon kebanggaan provinsi Kalsel yang merupakan primata endemik serta spesies kunci yang keberadaannya terancam punah," jelas Amel peraih penghargaan Internasional di bidang lingkungan ASEAN Youth Eco Champion tahun lalu di Cambodia, Sabtu (28/3/2020).

Perayaan Hari Bekantan tahun ini tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan wabah pandemi Corona Covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat.

Beberapa agenda yang sudah direncanakan sebelumnya terpaksa dibatalkan.

Biasanya Hari Bekantan diisi dengan rangkaian kegiatan seperti, seminar ilmiah, aksi konservasi di alam serta pemberian penghargaan Bekantan Awards, kepada insan yang peduli terhadap lingkungan dan pelestarian bekantan.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved