Selebrita

Setelah Irwansyah, Laudya Cynthia Bella Buka Suara Terkait Penggelapan Rp 1,9 M, Itu Kesepakatan!

Lewat Instagram Story miliknya, Laudya Cynthia Bella memberikan pernyataan terkait kasus yang menyeret dirinya.

KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Artis peran Laudya Cynthia Bella dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Lewat Instagram Story miliknya, Laudya Cynthia Bella memberikan pernyataan terkait kasus yang menyeret dirinya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Irwansyah memberikan pernyataan tertulis secara terbuka tentang kasus dugaan penggelapan uang dengan pelapor Medina Zein tersebut.

Artis cantik yang juga komisaris utama Bandung Makuta ini memberikan penjelasan terkait kecurigaan Medina Zein atas dugaan penyalahgunaan uang sebesar Rp 1,9 miliar oleh Irwansyah.

Tak jauh berbeda dengan pernyataan Irwansyah, Bella juga mengatakan bahwa keputusan memberikan fee manajemen PT Jcorp Berkah adalah hasil kesepakatan bersama yang juga dihadiri oleh Medina Zein.

Trump Batalkan Lockdown Kota New York Padahal yang Meninggal di AS Akibat Covid-19 2 Ribu Lebih

Perbedaan Gaji Terbaru PNS 2020, Golongan 1 Rp 1,5 Juta Sedang Golongan 4 Rp 5.9 Juta, Ini Daftarnya

Pasien PDP Covid-19 Meninggal, Warga Tolak Jenazah, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Pun Diusir

Takut Bawa Virus Corona, Warga Pulangkan TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Kalbar

"Di dalam telegram group, semua pemilik saham ada, termasuk Irwansyah dan Mba Medina. Saya tidak melihat ada protes atau penolakan dari pemegang saham atas laporan yang dibuat oleh Direktur melalui telegram chat grup," tulis Bella di akun @laudyacynthiabella.

Bella juga menegaskan Medina Zein setuju dengan hasil rapat tanggal 23 Desember 2017. Tetapi, karena harus meninggalkan rapat sebelum selesai, Medina mengirimkan pesan lewat chat di telegram group.

"Mba Medina tidak mengatakan tidak setuju," tulis Laudya Cynthia Bella.

Bahkan, menurut Bella, guna mencegah agar tak semakin simpang siur, para pemegang saham akhirnya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 19 Desember 2019 untuk mengklarifikasi persoalan itu.

Sayangnya, Medina Zein tetap tidak hadir. Padahal, RUPS seharusnya dilaksanakan tanggal 22 November 2019, dan diundur karena ada pernyataan keberatan dari Medina jika RUPS digelar tanggal 22 November 2019.

Namun, rapat akhirnya tetap berjalan tanpa dihadiri Medina Zein. Tetapi, dengan pemilik saham yang hadir sebanyak 80 persen.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved